Berita > Berita

Ganda Putra Indonesia Kembali “Saling Bunuh”

Rabu, 18 Juli 2018 14:31:27
821 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Ajang Kejuaraan Dunia 2018 akan menjadi ajang “saling bunuh” bagi ganda putra Indonesia, seperti halnya terjadi di ajang Blibli Indonesia Open 2018 dua pekan lalu di Istora Senayan, Jakarta. Kala itu enam pasangan ganda putra Indonesia terkumpul di pool atas, tiga diantaranya sudah harus bertemu di babak-babak awal.

Tak bisa dielakkan, undian yang dikeluarkan BWF (Badminton World Federation) memperlihatkan perjalanan ganda putra Indonesia yang akan saling berhadapan di babak-babak awal.

Pada Kejuaraan Dunia 2018 akan diselenggarakan di Nanjing, Tiongkok, pada 30 Juli - 5 Agustus 2018, semua wakil Merah-Putih ada di pool atas. Pasangan Berry Angriawan/ Hardianto dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/ Ade Yusuf Santoso bahkan berpeluang untuk saling berhadapan di babak kedua.

Sedangkan Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto berpeluang jumpa pasangan unggulan pertama, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon di babak perempat final.

“PBSI sudah meminta keterangan dari BWF mengenai hal ini lewat Darren Parks (Events Director BWF), memang kini aturannya beda. Kalau sebelumnya, sesama pemain satu negara akan diatur untuk ada di pool yang berbeda. Sekarang ada aturan baru di event kejuaraan dunia, dimana semuanya dibebaskan tergantung hasil undian, asalkan tidak bertemu sesama pemain satu negara di babak pertama,” ungkap Bambang Roedyanto, Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI.

Pada kesempatan terpisah, Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PP PBSI, menyayangkan hal yang merugikan tersebut, namun dirinya lebih menggembleng anak-anak didiknya untuk siap menghadapi pertarungan.

“Ya memang merugikan undiannya, di babak kedua saja sudah ada yang ketemu. Hasil undiannya kurang bagus untuk ganda putra,” ungkap Herry Iman Pierngadi.

Akan tetapi hasil undian adalah mutlak, Herry lebih memilih untuk fokus menggembleng tim ganda putra jelang kejuaraan akbar yang akan berlangsung dua pekan mendatang. Tim ganda putra menjalani persiapan spesial jelang turnamen bergengsi tersebut.

“Pasti ada program khusus, ini kan event penting, persiapannya beda dengan turnamen lainnya. Programnya lebih spesial, lebih ke arah strategi permainan. Selain itu banyak menitik beratkan pada perbaikan kekurangan masing-masing atlet, maksudnya latihannya lebih fokus,” ujar Herry.

Dituturkan Herry, tiap minggunya ada program berbeda yang dijalankan tim ganda putra.

“Minggu ini fokusnya menguatkan otot-otot tangan. Minggu depan strategi main. Kalau minggu lalu fokus ke pengembalian kondisi setelah beberapa turnamen berurutan,” jelas Herry.

Menghadapi kemungkinan “perang saudara” yang akan dijalani anak-anak didiknya, Herry mengatakan bahwa ia berharap semua bisa menampilkan kemampuan terbaik mereka. (*)

Berita Berita Lainnya