Berita > Artikel > Sportainment

Kenangan Terindah Asian Games 1962

Minggu, 29 Juli 2018 17:02:49
2121 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Siapa yang tidak tahu Asian Games? Pesta olahraga paling bergengsi se-Asia ini dalam waktu dekat akan diselenggarakan di Indonesia. Jauh sebelum itu, ternyata Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962 silam. Ya, 53 tahun yang lalu, tepatnya 17 tahun setelah Indonesia merdeka, negara ini menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Bertempat di Jakarta, kompetisi olahraga empat tahunan itu diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus – 4 September 1962.

Ketika ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games 1962 di Indonesia, tentunya banyak ”Pe-Er” yang harus dikerjakan oleh Presiden Soekarno. Terutama soal pembangunan infrastruktur yang memakan biaya cukup banyak. Belum lagi waktu yang diberikan kala itu hanya 4 tahun saja. Ada yang setuju, ada juga yang bertanya-tanya: mengapa Soekarno mengorbankan biaya besar demi menunjang kegiatan olahraga?

Menghadapi pro dan kontra tersebut, Presiden Soekarno tak gentar. Ia mampu menjawabnya dengan mudah. Di matanya, olahraga merupakan salah satu alat perjuangan bangsa.

Dengan berkiprah di dunia olahraga, Indonesia mampu berbicara pada dunia.

“Kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bangsa yang besar. Yang mampu maju ke muka, memimpin pembebasan bangsa-bangsa di dunia menuju dunia barunya.”

Pembangunan Infrastruktur Mulai dari Gelora Bung Karno Hingga Patung Selamat Datang

Untuk pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk Asian Games pertama di Indonesia, Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun beberapa area untuk memenuhi kelayakan acara ini.

Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah mandat dari terpilihnya Indonesia dalam sidang Asian Games Federation (AGF) yang berlangsung di Tokyo pada tanggal 28 Mei 1958. Kawasan Gelora Bung Karno berdiri di bekas 4 kampung yakni, kampung Senayan, Petunduan, Kebun Kelapa dan Bendungan Hilir. Presiden Soekarno juga menyertakan pembangunan Stasiun Televisi yang kemudian dikenal sebagai Kantor Pusat Televisi Republik Indonesia, serta kawasan perkampungan internasional dengan ruang publik dan gedung pertemuan yang mampu menampung 3000 atlet dari berbagai negara di Asia.

Tak hanya itu, “Patung Selamat Datang” pun ikut dibangun sebagai gerbang kompleks olahraga yang sangat mewah pada masanya ini.

Patung tersebut menggambarkan dua orang pemuda dan pemudi yang membawa bunga sebagai penyambutan tamu Asian Games pertama di Indonesia. Di kemudian hari, rencana Soekarno kian melebar. Insinyur Teknik Sipil Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung) tersebut mengelaborasi pembangunan infrastruktur ke beberapa daerah, termasuk memperluas Bandara Kemayoran, yang menjadi pintu masuk kontingen Asia di Jakarta.

“DAGI”, Kepanitiaan di Balik Suksesnya Asian Games 1962

Untuk mendukung keberhasilan Asian Games pertama di Indonesia, Presiden Soekarno membentuk Dewan Asian Games Indonesia (DAGI) melalui Keputusan Presiden RI No. 79 tahun 1961 yang dikeluarkan pada tanggal 28 Februari 1961.

Adapun tugas kepanitiaan ini adalah untuk menjamin hasil-hasil yang didapat dari Asian Games pertama di Indonesia mampu mengharumkan nama bangsa. Tak hanya dari segi pembangunan infrastruktur atau sarana dan prasarananya saja, tetapi juga prestasi yang diraih atlet asal Indonesia.

Asian Games pertama di Indonesia memiliki peserta yang berasal dari 12 negara di Asia dengan 13 cabang olahraga yang ditandingkan. Pada saat itu, Indonesia sebagai tuan rumah tidak mengundang tim dari Israel dan Taiwan yang merupakan anggota Federasi Asian Games, untuk menghormati negara-negara Arab dan Republik Rakyat Tiongkok yang sedang memiliki hubungan diplomasi tidak baik dengan negara tersebut.

Upacara pembukaan dilakukan pada tanggal 24 Agustus dan dibuka oleh Presiden Soekarno. Pada saat itu, pembawa obor pertama bernama Efendi Saleh. Asian Games 1962 benar-benar istimewa untuk Bangsa Indonesia, sampai-sampai diterbitkan perangko edisi khusus Asian Games.

Semua kenangan ini mungkin tak akan terulang. Besar harapan dari banyak atlet senior Indonesia, Asian Games tahun depan bisa berjalan lebih sukses dari yang pernah terjadi di tahun 1962. (Energyof.asia)

Berita Sportainment Lainnya