Berita > Berita > Sirnas

Rangkap Pelatih, Kido Tanpa Target di Makassar

Selasa, 07 Agustus 2018 13:16:59
1319 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Markis Kido & Masita Mahmudin

  • Markis Kido & Masita Mahmudin

Kejuaraan bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Li Ning Selawesi Selatan Open 2018 memasuki hari kedua (07/08). Turnamen seri ke empat Sirkuit Nasional ini digelar di GOR Sudiang Makassar Sulawesi Selatan pada 05-11 Agustus 2018.

Nama Markis Kido selalu ada di list perserta Djarum Sirkuit Nasional dan selalu menjadi sorotan para penonton yang hadir. Di Sirnas Sulsel Kido bermain di dua nomor yaitu pada ganda campuran dewasa dan ganda putra dewasa. Untuk ganda campuran Kido berpasangan dengan Masita Mahmudin yang sama-sama dari klub Jaya Raya Jakarta. Sedangkan di ganda putra, Kido berpasangan dengan Irfan Fadhilllah.

Pagi tadi Kido bermain ganda campuran menghadapi Ferneel Hazael Sompie/ Freeisy Ester Sompie asal klub Sporlex Sulawesi Utara dan dimenangkan oleh Kido/Masita, 21-13 dan 21-16 dengan durasi 20 menit.

“Tadi ya mungkin lawannya belum terlalu kuat ya, jadi masih adaptasi aja buat coba lapangan. Main enak dulu aja sama mainin bolanya ga terlalu cepet juga,” ungkap Kido.

Bermain nyaman, tenang dan cepat menjadi ciri khas Kido yang sudah memiliki segudang pengalaman di setiap turnamen Internasional yang diikutinya. Pasangan ini sebetulnya pasangan dadakan. Di Djarum Sirnas Premier Jawa Barat kemarin Kido tidak turun di nomor ganda campuran, sedangkan Masita berhasil menjadi juara di Sirnas Jabar yang berpasangan dengan Adnan Maulana, itu pun mereka baru pertama kali dipasangkan.

“Ini sebenernya mendadak aja sih, tadinya engga niat untuk kesini. Kabanyakan kan dari Jaya Raya juga engga ngirim pemain kesini. Pas minggu terakhir ya udahlah yang ada aja, jadi saya sama Masita partnerannya,” ucap Kido.

Selain bermain di turnamen, Markis Kido pun merangkap menjadi pelatih untuk ganda putra taruna dan dewasa di Klub Jaya Raya Jakarta. Sehingga pemikirannya harus terbagi pada saat ia bermain dan pada saat atletnya bermain, hal itu menjadi alasan mengapa Kido tidak menargetkan gelar di Djarum Sirnas Sulsel yang digelar di GOR Sudiang Makassar ini. Porsi latihannya pun sudah tidak seperti dulu lagi, ia beralasan bahwa bermain bulutangkis merupakan suatu kesenangan untuknya.

“Buat target engga ada, ya saya seneng maen aja. Porsi latihan juga udah ga sama kaya dulu, apalagi sekarang saya udah campur ngelatih ganda putra Taruna dan Dewasa di Jaya Raya,” pungkasnya.

Menjadi pemain sekaligus pelatih memang tidak mudah dan harus memiliki kemampuan yang lebih, yaitu bagaimana caranya menyalurkan ilmu yang sudah didapatkan kepada anak didiknya agar bisa menjadi pemain profesional. (*)

Berita Sirnas Lainnya