Berita > Artikel > Sosok

Atlet Tertua Indonesia Optimis Sumbang Dua Emas

Rabu, 15 Agustus 2018 18:20:37
3336 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Ekawahyu Kasih & Michael Bambang Hartono

Tak lagi muda, bukanlah halangan untuk ikut berpartisipasi di arena olahraga. Di usia yang memasuki 79 tahun, Michael Bambang Hartono, masih bersemangat untuk menyumbangkan tenaga demi Merah Putih pada ajang Asian Games 2018, pesta olahraga terbesar di kawasan Asia.

Bambang Hartono atlet dari cabang bridge ini merupakan atlet paling senior dalam kontingen Merah Putih di ajang olahraga terbesar kedua di jagat raya setelah olimpiade. Dia, tak lain adalah adalah salah seorang pengusaha pemilik perusahaan rokok PT Djarum. Bambang Hartono dan adiknya Budi Hartono tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia menurut majalah Forbes.

Walau usia hampir mencapai kepala 8, persiapan mengikuti Asian Games 2018 tak diikuti pria kelahiran 2 Oktober 1939 ini begitu saja. Sejumlah persiapan pun dilaluinya, terakhir Bambang baru saja menuntas perjalanan melelahkan selama hampir dua bulan keliling Eropa dan Amerika Serikat untuk mengikuti serangkau uji coba.

“Saya bermain bridge agar tidak cepat pikun, hobi saya yang lain adalah senam taichi yang banyak membatu agar tetap fokus,” ungkap Bambang seperti kami kutip di situs resmi Asian Games 2018.

Tak seperti pengusaha lainnya yang banyak bermain olahraga golf, Bambang mengakui dirinya lebih tertarik bermain bridge. Baginya olahraga bridge itu memberikan lebih banyak tantangan.

“Di olahraga bridge, ada bidding, yaitu mengumpulkan data untuk dianalisa, disimpulkan dan kemudian diputuskan strategi apa yang akan diambil saat bertanding,” ujar Bambang.

Disebutkan Bambang, olahraga bridge juga merupakan olahraga kegemaran Bill Gate, pengusaha AS pemilik Microsoft. Dan juga Deng Xiao Ping, bekas pemimpin China adalah penggemar bridge.

Kecintaan dan kegemaran Bambang terhadap olahraga bridge telah ada sejak usia enam tahun. Sebagai atlet bridge, Bambang telah berulang kali menjadi tim bridge Indonesia pada ajang kejuaraan internasional. Di tahun 2015, Bambang menjadi salah satu skuad Indonesia pada kejuaraan 50th Asian Pacific Bridge Federation (APBF) Championship 2015 dan berhasil keluar sebagai juara.

Tak hanya sebagai atlet bridge, Bambang Hartono juga terlibat dalam pengembangan olahraga bridge di Tanah Air. Jerih payah Bambang ini pun mendapat pengakuan dari World Bridge Federation (WBF), ia pun menerima WBF Gold Medal.

Olahraga bridge termasuk 10 cabang olahraga terbaru pada ajang Asian Games 2018. Kesembilan cabang olahraga lainnya adalah Basket 3x3, Jet Ski, Paralayang, Pencak Silat, Ju Jitsu, Sambo, Kurash, Panjat Tebing, dan Rollersport.

Keberhasil olahraga bridge menjadi salah satu cabor yang dipertandingan di ajang Asian Games 2018 tak terlepas dari perjuarangan Bambang yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI). Jalan tak mudah harus dilalui Bambang untuk menggolkan bridge bisa dipertandingkan di pentas Asian Games 2018, salah satunya adalah menyakinkan petinggi Komite Olimpiade Asia (OCA) asal Kuwait, Ahmad Al-Fahad Al-Sabah bahwa bridge adalah jenis olahraga yang sudah mendunia sehingga pantas untuk dipertandingkan.

“Tadinya OCA sempat menolak bridge dipertandingkan karena dianggap berbau judi. Mereka baru bisa menerima setelah dijelaskan bahwa pemain kelas dunia justru berasal dari negara Islam seperti Pakistan, Mesir dan Bangladesh,” ungkap Bambang.

Perjuangan Bambang bersama PB GABSI belumlah selesai hingga bridge bisa mentas di Asian Games 2018 saja, tapi Bambang ingin merealisasikan mimpinya untuk membawa Indonesia meraih medali emas di hadapan publik sendiri. Dua medali emas menjadi target Merah Putih di ajang Asian Games 2018 yang kini telah di ambang pintu.

Selama menjadi atlet bridge puluhan tahun, persiapan menghadapi Asian Games 2018 ini merupakan pengalaman Bambang yang paling berkesan. Persiapan panjang dan melelahkan dimana Bambang dan tim bridge Indonesia menjalani uji coba selama hampir dua bulan berkeliling Eropa dan Amerika Serikat.

Bambang yang turun di nomor super mixed team bersama atlet senior lainnya Bert Toar Polii, menyatakan optimistis bahwa cabang bridge akan berhasil menemuhi target menyumbang dua medali emas.

Cabang olahraga bridge akan digelar di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat 21 Agustus-2 September 2018. (*)

Berita Sosok Lainnya