Berita > Berita > Asian Games

Sembilan Negara Pulang Tanpa Medali

Sabtu, 08 September 2018 16:18:01
518 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Wakil Presiden dalam sambutan penutupan Asian Games 2018 mengatakan Indonesia berhasil mencetak sejarah dengan mencapai prestasi tertinggi selama pelaksanaan Asian Games yang pertama kali dilaksanakan tahun 1951 di New Delhi, India

"Ini adalah capaian prestasi tertinggi Indonesia dalam sejarah keikutsertaannya di Asian Games, dari peringkat 17 pada Asian Games ke-17 dengan empat medali emas di Incheon, Korea Selatan; naik ke peringkat empat dengan 31 medali emas di Jakarta kali ini," kata Wapres Jusuf Kalla, mengutip di situs resmi Asian Games 2018.

Sebagai tuan rumah untuk yang kedua kalinya setelah di tahun 1962, Indonesia banyak mendapat pujian atas kesuksesan menyelenggarakan pesta olahraga multievent terbesar se-Asia tersebut. Keberhasilan ini membuat Indonesia berniat mengajukan diri sebagai tuan rumah pesta olahraga dunia pada Olimpiade 2032.

Empat tahun mendatang Asian Games ke-19 tahun 2020 akan digelar di Huangzhou, China. Beratnya beban menjadi tuan rumah membuat China yang perekonomian negaranya cukup maju terpilih kembali untuk yang ketiga kalinya sebagai tuan rumah. Sebelumnya di tahun 1990 pada Asian Games ke-11, China menyelenggarakannya di kota Beijing. Lalu pada Asian Games ke-16 tahun 2010 kota Guangzhou yang menjadi tuan rumah. Pada acara penutupan Asian Games 2018 lalu, Indonesia sebagai tuan rumah memberikan sebuah simbolik berupa penyerahan bendera OCA kepada delegasi dari Huangzhou.

Berakhirnya Asian Games 2018, tercatat sembilan negara kontingen peserta Asian Games 2018 kembali ke negara mereka masing-masing tanpa medali seusai mengikuti kompetisi multi-cabang olahraga di Jakarta dan Palembang sejak 18 Agustus itu.

Sembilan negara yang mengakhiri pesta Asian Games ke-18 dengan tangan kosong itu, seperti kami kutip di situs resmi Asian Games 2018, adalah Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Maladewa, Oman, Palestina, Sri Lanka, Timor-Leste, dan Yaman.

Bangladesh menurunkan 117 atlet pada cabang angkat besi, atletik, bola basket 3x3, bola voli pantai, bridge, dayung, golf, gulat hoki, kabaddi, menembak, panahan, renang, dan sepak bola.

Kemudian Bhutan mengirimkan 24 atlet mereka yang turun pada cabang golf, panahan, taekwondo, dan tinju. Sedangkan Brunei Darussalam dengan 15 atlet mereka mengikuti cabang olahraga angkat besi, atletik, equestrian, golf, karate, pencak silat, dan wushu.

Kontingen negara pulau Maladewa dengan kekuatan 106 atlet mengikuti kompetisi cabang panahan, bola basket, bola voli, bola voli pantai, bulutangkis, menembak, renang, sepak bola, tenis, dan tenis meja.

Berikutnya, kontingen Oman yang menurunkan 46 atlet pada cabang angkat besi, atletik, bola voli pantai, hoki, menembak, perahu layar, renang, dan tenis.

Kontingen Palestina berbekal 46 atlet mengikuti cabang-cabang olahraga angkat besi, atletik, bola voli pantai, gulat, judo, jujitsu, karate, kurash, renang, sepak bola, taekwondo, dan triatlon.

Kemudian, kontingen Sri Lanka, yang mengerahkan 172 atlet ikut dalam cabang olahraga angkat besi, atletik, panahan, bola basket 3x3, bola voli, bola voli pantai, bisbol, bulutangkis, dayung, golf, gulat, hoki, judo, kabaddi, kano-kayak, karate, perahu layar, renang, rugby, senam, sepatu roda, squash, taekwondo, tenis, tenis meja, tinju, triatlon, dan wushu.

Sementara, Timor-Leste menurunkan 67 atlet dan masuk pada cabang angkat besi, atletik, bola voli pantai, karate, menembak, pencak silat, sepak bola, sepeda bmx, sepeda gunung, renang, taekwondo, tenis, tinju.

Terakhir kontingen Yaman dengan 37 atlet turut berkompetisi pada cabang atletik, gulat, judo, jujitsu, karate, kurash, renang, taekwondo, tenis meja, dan wushu. (*)

Berita Asian Games Lainnya