Berita > Berita

Ginting ke Babak Dua di Jepang, Jojo Terhenti

Selasa, 11 September 2018 20:37:31
533 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Hasil berbeda dituai dua tunggal putra Indonesia pada ajang Japan Open 2018. Tiket babak dua berhasil dikantongi Anthony Sinisuka Ginting, sementara nasib kurang menggembirakan dialami Jonatan Christie yang harus terhenti langkahnya.

Pada laga babak satu yang berlangsung hari ini (Selasa, 11/9), di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Anthony mengalahkan andalan Hong Kong unggulan delapan, Ng Ka Long Angus. Anthony menang dua game langsung 21-14 dan 21-15.

Sayangnya langkah ini tak dapat diikuti Jonatan Christie yang terhenti dari andalan India, Prannoy H.S, dengan skor 18-21 dan 17-21. Jika lolos, Jonatan sedianya akan bertemu dengan Anthony dan tunggal putra Indonesia memastikan satu tempat di perempat final.

"Saya bisa memegang kendali dari awal permainan sampai akhir, sementara lawan tidak langsung in ke permainan. Bola-bola pengembaliannya tidak seakurat di pertemuan kami sebelumnya," ucap Anthony mengutip di situs resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

"Kunci utama hari ini adalah fokus dan tidak memberi kesempatan sama sekali kepada lawan untuk bangkit. Lawan bukan pemain menyerang, biasanya pemain reli akan menunggu saya salah mengarahkan bola. Antisipasinya ya jangan melakukan kesalahan sendiri. Kalau buat salah, misalnya pengembalian tanggung, harus siap dengan serangan lawan," beber Anthony.

Sementara itu, Jonatan sebetulnya sudah menguasai permainan di game pertama dengan mengungguli Prannoy. Namun pada saat kedudukan sama kuat 14-14, Prannoy bangkit dan balik memberikan tekanan.

"Sebenarnya di awal game, mainnya cukup enak, saya bisa keluarkan stroke nya dengan baik. Di akhir game, saya dua-tiga kali buang kesempatan di saat krusial. Harusnya berani adu di depan net. Di game kedua, saya masih terpikir soal game pertama. Sayang sekali di game pertama sudah unggul tapi tidak bisa menyelesaikan, " ujar Jonatan yang ditemui usai pertandingan.

"Kecewa itu pasti, saya belum bisa menunjukkan yang terbaik di turnamen BWF tour, dalam beberapa turnamen terakhir, selesai di babak 16 besar, dibilang kecewa ya kecewa. Apalagi di Jepang ini saya kurang beruntung. Tahun lalu setelah final di Korea Open, di Jepang langsung kalah di babak pertama juga. Mudah-mudahan saja tahun depan dan tahun 2020 bisa lebih baik," sebut Jonatan.

"Soal persiapan yang agak mepet, ya sebenarnya pasti ada pengaruhnya, karena persiapan kami cuma seminggu. Ya ini dijadikan pelajaran saja, saya harus lebih mempersiapkan diri, pertandingannya kan banyak," kata Jonatan ketika ditanya soal persiapan menuju turnamen ini. (*)

Berita Berita Lainnya