Berita > Berita

Bangka Belitung Indonesia Masters 2018, Bukan Ajang Hukuman

Kamis, 13 September 2018 07:35:19
548 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Bangka Belitung Indonesia Masters 2018 diharapkan akan menjadi ajang unjuk gigi para atlet muda. Demikian disampaikan Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, jelang digelarnya turnamen BWF Tour Super 100 ini di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, 18-23 September 2018.

Turnamen yang menyediakan hadiah USD 75,000 ini, akan menjadi arena pertarungan sebagian besar pemain-pemain muda pelatnas untuk berburu poin. Susy berharap para pebulutangkis pelatnas diharapkan untuk bisa mendapat hasil terbaik berupa gelar juara.

"Indonesia Masters ini adalah kesempatan buat yang muda. Bukan cuma untuk menaikkan poin rangking dan dapat pengalaman saja. Tapi saya berharap mereka menunjukkan prestasi juga. Karena ini menjadi salah satu penilaian untuk promosi dan degradasi, apalagi hampir semua atlet Indonesia akan tampil di kejuaraan ini," ucap Susy, seperti kami lansir di situs resmi PBSI.

Sejumlah pemain pelatnas utama seperti Ihsan Maulana Mustofa, Firman Abdul Kholik dan Fitriani juga akan ambil bagian di turnamen ini. Namun turunnya pemain utama pelatnas di turnamen BWF Tour Super 100 ini, seperti disebutkan Susy lebih jauh, bukanlah sebagai bentuk hukuman karena mereka belum berhasil mendapat hasil maksimal di level yang lebih tinggi.

"Saya tidak mau mengatakan ini hukuman, tapi ya ini hukum alam. Dalam penilaian, hal-hal seperti ini memang harus terjadi. kalau kita tidak bisa bersaing di atas ya harus mencoba di level bawah untuk menunjukkan, ini jadi tantangan buat mereka, mau ke level yang mana?" jelas Susy.

"Kami mencoba lagi, bagaimana mematangkan mereka, bukan turun kelas. Bersaing di kelas yang di bawahnya, kami harapkan mereka mampu berprestasi. Dari sini lah rasa percaya diri mereka bisa naik lagi. Jangan jadi tekanan atau beban, ini kesempatan, untuk mencicipi gelar juara dulu," ungkap Susy.

"Kami sebagai pembina ingin kepercayaan diri mereka naik dan bisa kembali lagi ke level atas. Memang ini jadi ajang penilaian juga. Kami kan kasih reward kalau juara, pasti atlet harus ada juga tanggungjawab juga untuk penilaian," tambahnya. (*)

Berita Berita Lainnya