Berita > Berita

Banyak Fault, Praveen/Melati Tersingkir

Jumat, 14 September 2018 11:30:49
575 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Hasil tak menggembirakan dituai pasangan ganda campuran Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti pagi ini (Jumat, 14/9) di Tokyo, Jepang.

Praveen/Melati belum berhasil melangkah ke babak semifinal Japan Open 2018 setelah ditaklukkan ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon/ Goh Liu Ying. Pada laga yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Praveen/Melati kalah rubber game 19-21, 22-20 dam 17-21.

Dalam laga panjang yang sengit selama 68 menit Praveen/Melati sebetulnya punya peluang besar untuk memenangkan pertandingan. Mereka beberapa kali memimpin perolehan skor dan mampu menekan lawan.

Usai pertandingan seperti kami lansir di situs resmi PBSI, Praveen/Melati mengatakan bahwa mereka tak dapat bermain di level maksimal, mereka merasa terganggu dengan keputusan hakim servis yang seringkali menyalahkan servis Melati. Pada kedudukan genting 19-20, servis Melati kembali dinyatakan fault, sehingga Praveen/Melati terpaksa kehilangan game pertama.

"Ya mau main bagaimana kalau pasangan ganda yang servis cuma satu? Kalau giliran Mely servis, selalu dinyatakan fault. Tidak ada penjelasan, dibilangnya 'too high' terus. Jadi pincang sebelah. Kalau dilihat video pertandingan, hampir 80 persen difault. Padahal Mely sudah servis sampai hampir jongkok," ujar Praveen setelah pertandingan.

"Kami bukannya mau cari alasan karena kalah, tetapi kenyataannya memang ini sangat mempengaruhi permainan kami tadi," tambah Praveen.

"Iya bisa dibilang ini berpengaruh ke kami, karena kami cari poin dari servis. Pukulan lanjutannya juga ditentukan dari servis. Kalau mulai saja sudah di-fault, mau bagaimana lagi? Saya jadi ragu dan bingung. Sebelum-sebelumnya juga pernah di-fault, tetapi tidak pernah sampai seperti ini," tambah Melati.

Gagal melangkah ke semifinal, Praveen/Melati merasa belum tampil maksimal. Melati mengatakan bahwa mereka tak dapat mengeluarkan permainan terbaik mereka.

"Tidak puas, mainnya kurang keluar. Harus banyak latihan dan perbaiki lagi," tutur Melati.

Praveen/Melati berharap di tahun ini mereka bisa menembus jajaran Top 10 dunia. Sejak berpasangan di awal tahun 2018, saat ini mereka sudah ada di peringkat 23 dunia.

"Kami maunya masuk jajaran 10 besar untuk tahun ini, dan juara turnamen paling tidak di level BWF Tour 500 dulu. Dapat gelar dulu untuk meningkatkan rasa percaya diri kami," tambah Praveen. (*)

Berita Berita Lainnya