Berita > Berita

Greysia: ''Sejujurnya kami sedih dengan hasil ini''

Minggu, 23 September 2018 06:50:31
938 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Rasa penasaran semakin membungkah di diri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu manakala mereka kembali menuai kekalahan dari pasangan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi pada ajang China Open 2018.

Pada babak semifinal yang berlangsung hari Sabtu (22/9) di Changzhou, China, Greysia/Apriyani kalah rubber game 17-21, 21-12 dan 16-21, dalam laga yang melelahkan selama 76 menit.

Kekalahan kemarin dari pasangan Jepang peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini merupakan yang ketujuh kalinya dari delapan pertemuan. Satu kemenangan yang diraih Greysia/Apriyani terjadi pada Thailand Open 2018, kala itu Greysia/Apriyani menang dua game langsung 23-21 dan 21-10.

Terakhir bertemu dengan Matsutomo/ Takahashi, Greysia/Apriyani menuai kekalahan dua game langsung 15-21 dan 17-21.

Sesungguhnya, Greysia/Apriyani di laga semifinal turnamen BWF World Tour Super 1000 berhadiah total USD 1,000,000, punya beberapa peluang untuk merebut kemenangan saat di game ketiga. Ketika Greysia/Apriyani sempat tertinggal 10-15, Greysia/Apriyani meraih enam poin berturut-turut dan balik memimpin 16-15. Sayangnya, momen tersebut Greysia/Apriyani malah terbalik di bawah tekanan Matsutomo/Takahashi dan mengambil alih kontrol permainan. Greysia/Apriyani terus tertekan dan tak berhasil menambah satu poin pun di poin 16.

"Sejujurnya kami sedih dengan hasil ini, permainannya sudah lebih baik, tapi kami mau lebih dari hanya semifinal terus, kami harus melewati fase ini, tapi kami tetap bersyukur. Lawan juga tegang dan sering membuat kesalahan. Tapi di poin-poin kritis, kami tidak bisa ambil kesempatan, sedangkan lawan bisa menyelesaikan dengan baik, kami hilang kendali," ungkap Greysia, seperti kami lansir di situs resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

"Rasanya penasaran sekali, saya pribadi harus mengakui di level ini walaupun mainnya sudah benar, tapi belum bisa konsisten fokus dan pikirannya. Saya kalah pengalaman dari mereka, mereka panik tapi akhirnya bisa mengatasi," tambah Apriyani.

"Ya memang penasaran menghadapi ganda Jepang, kami sudah merasakan permainan mereka satu-satu secara bergiliran di tiap turnamen. Kalau tidak kalah dari pasangan ini, sama pasangan (Jepang) yang lainnya. Mau lawan siapa pun hasilnya sama, berarti masalahnya kan bukan di lawannya, tapi di kami," pungkas Greysia.

Kemenangan Matsutomo/Takahashi atas Greysia/Apriyani memastikan Jepang meraih gelar juara di nomor ganda putri. Pasalnya, ganda putri Jepang lainnya, Mayu Matsumoto/ Wakana Nagahara sudah lebih dulu meraih tiket final usaie mengalahkan ganda putri Bulgaria, Gabriela Stoeva/ Stefani Stoeva dengan skor 21-16 dan 21-12. (*)

Berita Berita Lainnya