Berita > Artikel

Kenapa Atlet Kita Tidak Didaftarkan? (Bagian 2)

Kamis, 27 September 2018 10:50:48
853 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Sangat disayangkan pemain-pemain seperti Wahyu Nayaka/ Ade Santoso, Berry Anggriawan/ Hardianto, Angga Pratama/ Ricky Karanda Suwardi, dan Gregoria Mariska Tunjung, tidak dimainkan disini (Korea Open 2018).

Heran juga dengan pengurus yang mengatur turnamen atlet, harusnya lebih jeli melihat peluang yang ada. Ambil contoh, seperti Wahyu/Ade ikut di Japan Open dan China Open, undiannya tidak menguntungkan banget karena ketemu dengan Kevin/Gideon sehingga pastinya bakal rontok di awal.

Kalau kayak begini, bagaimana bisa mau naik peringkat? Terus ada Korea Open, tapi gak diikutkan, blangsak banget kan. Diikutkan lagi di Denmark terus undiannya di Round 1 ketemu Li Junhui/Liu Yuchen. Ini pasangan kapan mau melaju ke babak-babak akhir kalau kayak begini. Terus tidak diikutkan lagi di Chinese Taipei Open. Kapan mau juara nih? Kapan mau naik peringkat nih?

Harusnya mereka tuh didaftarin aja dari awal, kalo alasan capek karena 3 turnamen beruntun, emangnya dia bisa selalu di babak-babak akhir? Nggak kan? Atau kalau memang dia bisa sampai di babak akhir kan yang Korea Opennya bisa withdrawn saja, jadi intinya pengurus PBSI itu harus rajin-rajin ngikutin atlet ke turnamen.

Apalagi kalau atlet kurang gelarnya, harus jeli lihat turnamen yang punya peluang juara. Kalau bisa di setiap turnamen itu kita pasti ada pasangan yang juara, kalau kayak di Korea Open 2018 ini kan khususnya di ganda putra, kita sangat-sangat menyia-nyiakan peluang untuk meraih gelar (@ayamjantan)

Berita Artikel Lainnya