Berita > Artikel > Sosok

Ketika Dedy Gagal Ujian Wasit Nasional

Selasa, 18 Desember 2018 10:31:50
831 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



''Saya batal ikut ujian nasional padahal kemarin sudah satu hari ikut materi,'' satu pesan WA dari Dedy Darmawan, masuk ke hape saya Senin sore (17/12).

''Owh,'' responku singkat. Aku masih rada kaget juga membaca pesan singkatnya. Tak berani mengomentari lebih lanjut. Tak ingin suasana hatinya semakin gundah.

Padahal sepekan lalu, Dedy, sahabat bulutangkis yang juga seorang wasit yang memiliki Sertifikat Provinsi ini menyampaikan kabar gembira kalau dirinya akan ikut ujian Wasit Nasional B.

''Saya ujian wasit nasional 16-22 Des. Ujian teori 16-17 Des, praktek pas kejurnas,'' demikian pesan WA Dedy pekan lalu ke saya. Ia pun menyertakan lampiran surat PBSI berupa Jadwal Ujian Wasit Nasional B.

Saat itu, aku membaca seksama kegiatan ujian wasit nasional yang diterima Dedy sepekan lalu. Terlihat di hari pertama (Minggu, 16 Desember), kegiatan berupa Peraturan Permainan Bulutangkis (Laws of Badminton), Kode Etik Pemain, Pelatih dan Pejabat Lapangan (COC Players, Coaches and TO), Iklan dan warna pakaian (Advertising & Coloured Clothing), Instruksi Kepada Para Pejabat Lapangan (ITTO). Di hari kedua (Senin, 17 Desember) kegiatan meliputi Peraturan Pertandingan (Competition Regulation), Tips untuk Wasit dan Hakim Service (Tips for Umpires and Services Judges), Studi Kasus (Cases Study), Mengikuti briefing wasit, dan Ujian Tulis. Di hari berikutnya, Selasa - Jumat (18-21 Desember) berlangsung Ujian Praktek, dan di hari Sabtu (22 Desember) Pengumuman Hasil Ujian.

Ia pun menunjukkan bukti dirinya benar-benar terdaftar ikut Ujian Wasit Nasional B dan bertugas pada kejuaraan Tiket.com Kejurnas PBSI 2018. Namanya ada tertera di list nomor 4 sebagai wasit dari DKI.

Bagi Dedy, menjadi wasit rasanya ia menemukan passionnya. Ia benar-benar menikmati keberadaannya sebagai wasit.

''Kalau sudah memimpin pertandingan jadi suatu kebanggaan buat saya,'' ungkap Dedy mengenai ambisinya menjadi wasit. ''Gak tau nih ujian jadi beban kalau hasilnya gak bagus,'' demikian curhatnya, merasa senang bisa ikut ujian.

Namun, kini harapan untuk mendapatkan sertifikat yang lebih tinggi sirna sudah. Keberadaannya mengikuti ujian nasional dibatalkan mendadak, padahal pembekalan materi yang disediakan PBSI telah diikutinya sehari.

''Jam 5 sore kemarin, saya dipanggil Kabid Perwasitan DKI, katanya salah masukin nama saya karena saya ranking 2. Saya sempat tantang mana hasil ujian kalau salah masuk data?'' lanjut Dedy di pesan WAnya kemarin.

''Saya sudah pasrah, walau dijanjikan tahun depan saya yang dikirim,'' ujar Dedy.

Bagi Dedy bukannya kegagalan ujian nasional yang jadi penyesalan utamanya. Namun menggantikan dirinya begitu saja, tanpa surat resmi di saat kegiatan ujian telah berlangsung, rasanya taklah pas.

''Ini pengalaman paling buruk jadi wasit, sudah ikut kegiatan satu hari langsung diganti begitu saja,'' ujar Dedy yang biasa dipanggil "Kang Debot" oleh teman-temannya. Debot singkatan Dedy Botak karena kepalanya yang plontos.

Episode galau rupanya tak hanya selalu menghampiri kehidupan para atlet bulutangkis semata, namun sejuta kisah lain juga bisa terjadi pada insan bulutangkis lainnya. (fk)

Berita Sosok Lainnya