Berita > Artikel > Sosok

Karir dan Cinta Jones Rafly Jansen

Jumat, 28 Desember 2018 08:32:20
2267 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Current
Pada tahun 2012, di saat usia saya yang ke 20, saya memutuskan pindah dari Indonesia ke Jerman untuk bisa melanjutkan pendidikan. Kakak saya, Cisita Joity Jansen pada saat itu sudah dua tahun lebih dulu kuliah di Jerman mengambil jurusan politik science.

Saat ini saya masih berlatih dan main bulutangkis. Bulutangkis adalah olahraga yang saya kenal sedari kecil, dimana bulutangkis akhirnya menjadi kegemaran saya hingga saat ini. Berlatih bulutangkis pertama kali di PB Astec bersama kak Rudy Gunawan, hingga masuk ke PB Djarum, yang menempa saya menjadi atlet profesional, akan menjadi kenangan yang tak bisa dilupakan.

Pilihan melanjutkan karir bulutangkis di Jerman karena bisa main di liga satu, menjadi salah satu pertimbangan kenapa saya memilih pindah ke Jerman.

Kegiatan atau aktivitas saya sehari-hari saat ini yaitu berlatih bulutangkis, di klubku 1.BC-Wipperfeld. Dua sampai dengan tiga kali sehari, setiap hari Senin hingga Jumat. Pada akhir minggu saya mengikuti pertandingan liga yang biasanya berlangsung pada bulan September hingga bulan Maret. Selain itu, saya berlatih bulutangkis di tim nasional Jerman di Saarbruecken (di daerah yang berbatasan dengan Prancis) dan juga selalu mengikuti pertandingan internasional.

Empat tahun di Jerman, saya mendapatkan penawaran untuk menjadi warga negara Jerman untuk membela Jerman di turnamen-turnamen internasional. Akhirnya, melalui proses yang cukup rumit, akhirnya di awal tahun 2017 saya mendapatkan kewarganegaraan Jerman.

Sesungguhnya, tidaklah mudah bagi saya untuk melepaskan kewarganegaraan Indonesia, dimana saya lahir dan besar disana. Namun setelah melalui pertimbangan, pemikiran dan juga berdiskusi bersama keluarga mengenai masa depan saya akhirnya saya memutuskan untuk membela Jerman. Tadinya sempat terpikir untuk memiliki dua paspor, namun ketentuan negara Indonesia tidak mengijinkan hal tersebut. Saya pun akhirnya memilih untuk melepas paspor Indonesia.

Sebagai atlet bulutangkis Jerman, saat ini konsentrasi saya mempersiapkan diri untuk tahun depan menjalani kualifikasi olimpiade dan tahap selanjutnya tentunya untuk bisa ikut Olimpiade Tokyo 2020. Inilah target yang saya harus capai.

Disamping bulutangkis, aktivitas saya sehari-hari adalah belajar untuk menyelesaikan kuliah saya. Adapun jurusan kuliah saya yaitu Financial Management di IUBH (International University Bad Honnef).

Berlatih dan bertanding bulutangkis, serta belajar, menjadi rutinitas yang sungguh menyita waktu saya hari demi hari. Saya harus bisa mengatur semua jadwal dengan baik. Tak mudah untuk melaluinya, apalagi di awal-awal saya menjalaninya. Semuanya membutuhkan perjuangan dan kerja keras. Dukungan dari keluarga sungguh menjadi pendorong yang tiada terkira. Tanpa ada perjuangan dan dukungan dari keluarga bisa saya pastikan kalau semua ini hanya menjadi mimpi.

Tahun ini, tepatnya tanggal 7 Juli 2018, menjadi satu hari bersejarah di perjalanan kehidupan saya. Saya mengakhiri masa lajang saya. Saya menikahi Diana Lamsfuss (sekarang Diana Jansen), salah seorang atlet bulutangkis Jerman.

Perkenalan saya dengan Diana berawal di tahun 2012 saat bermain bersama di klub yang sama dengan saya. Selain sebagai atlet, saya juga menjadi pelatih. Saya pada saat itu melatih anak-anak kecil di klub, dan juga banyak membantu dan melatih Diana. Perkenalan dan kedekatan kami, saat Diana banyak membantu saya untuk program pendidikan saya.

Setahun berkenalan, persahabatan kami semakin dekat. Saya dan Diana memutuskan untuk menjalin hubungan. Perbedaan kultur, mental dan adat istiadat bukanlah hal yang mudah untuk dipertemukan. Namun perbedaan bukanlah halangan untuk kami. Dengan komunikasi dan keterbukaan merupakan kunci utama sehingga kami dapat mempertahankan hubungan kami. Keterbukaan keluarga Diana dan juga keluarga saya sendiri untuk mengetahui maupun belajar dan menerima kultur dan mentality baru juga merupakan hal yang penting. Berbekal hal tersebut di atas, saya dan Diana sepakat untuk memutuskan hubungan kami ke tahap yang lebih serius dan akhirnya kami memutuskan untuk menikah.

Doakan agar perkawinan kami langgeng selamanya. Amin. (jrj)

Berita Sosok Lainnya