Berita > Artikel > Sosok

Jelang Perpisahan, Liliyana Berusaha Tegar

Senin, 21 Januari 2019 23:42:44
493 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Bagi Liliyana Natsir, turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2019, rasanya akan menjadi ajang paling mengharukan di dalam perjalanan karir bulutangkisnya. Bagaimana tidak, ajang HSBC BWF World Tour Super 500 ini akan menjadi turnamen terakhir untuk Liliyana, namun dirinya akan berusaha tegar.

Sang legenda hidup bulutangkis ini telah menyumbangkan segudang prestasi bagi Indonesia. Setelah berkarier selama 24 tahun sebagai pebulutangkis dan 17 tahun menjadi anggota pelatnas, Liliyana sudah membuahkan gelar juara yang tak sedikit, diantaranya empat gelar juara dunia pada tahun 2005 dan 2007 (berpasangan dengan Nova Widianto) serta tahun 2013 dan 2017 (berpasangan dengan Tontowi Ahmad.

Butet, demikian sapaan akrab Liliyana bersama Tontowi mencetak sejarah dengan menjuarai gelar All England secara hat-trick pada tahun 2012, 2013 dan 2014. Puncak prestasi Liliyana dan Tontowi ada di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dengan meraih medali emas.

"Memang sedih tapi ini harus dihadapi, saya dan Owi berusaha enjoy dan mau kasih yang terbaik di turnamen terakhir kami, mau menikmati masa-masa terakhir partneran sama Owi," kata Liliyana.

"Harapannya sih cepat ada regenerasi, karena ke depan ada kejuaraan-kejuaraan penting seperti Piala Sudirman dan puncaknya olimpiade 2020. Apalagi Zheng Siwei/Huang Yaqiong sudah terlalu mendominasi. Sekarang ada Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria, saya berharap mereka bisa jadi saingan yang berat khusunya bagi pemain China," lanjut Liliyana.

Liliyana tengah menikmati masa-masa jelang pensiun. Dengan terbatasnya jumlah turnamen yang ia ikuti, ia pun mulai mengurangi intensitas latihannya.

"Sekarang banyak kegiatan yang berkurang seperti bangun pagi, latihan yang capek banget, makan pedas, makan yang kurang bersih, tidur harus berpacu dengan waktu, mata harus merem walaupun belum ngantuk," ungkap Liliyana.

"Sekarang agak balas dendam sih, lebih rileks, sebelumnya kan kalau alarm bunyi harus bangun. Masa masa kumpul dengan keluarga juga banyak hilang, sekarang orangtua sudah mengiyakan keputusan saya pensiun, keluarga juga ingin lebih banyak waktu berkumpul bersama saya," tambahnya.

Mengapresiasi jasa-jasa Liliyana, akan dilangsungkan sesi perpisahan di penghujung turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2019. Liliyana mengaku tegang menanti acara yang akan diselenggarakan sebelum partai final, Minggu (27/1), mulai pukul 12.00 WIB tersebut.

"Saya berterima kasih kepada PBSI dan PB Djarum yang sudah membuat ide untuk acara perpisahan, buat saya agak tegang dan sedih. Rencananya sih saya akan bicara di hadapan penggemar, paling susah mengucapkan perpisahan, pastinya saya akan menahan emosi, pasti berat meninggalkan olahraga yang sudah belasan tahun saya cintai. Jadi memang rasanya tegang, bukan buat tanding saja, tapi acara ini juga," tutur Liliyana.

"Nggak tahu bisa nahan nangis atau enggak, tapi saya berusaha untuk tegar, kan saya gengsi, ha ha ha," canda Liliyana. (*)

Berita Sosok Lainnya