Berita > Artikel > Wawancara

Obrol-obrol Bersama Brice Leverdez, Pebulutangkis Prancis

Rabu, 20 Februari 2019 17:13:53
965 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Mungkin penggemar bulutangkis di Tanah Air akan lebih mudah menyebutkan nama atlet sepakbola Prancis ketimbang ditanya siapa atlet bulutangkis. Mulai dari era Zinedine Zidane, Thiery Hennry hingga Paul Pogba, Karim Benzema dan Antoine Griezmann. Bulutangkis sesungguhnya bukanlah olahraga yang baru di Prancis, ajang France Open sudah berlangsung sejak tahun 1909 yang diselenggarakan Federasi Bulutangkis Prancis.

Olahraga bulutangkis kalah pamor dengan cabang sepakbola yang pernah mengantar Prancis sebagai juara dunia di tahun 1998 dan 2018.

Sesungguhnya, Prancis pernah memiliki atlet bulutangkis yang bersinar. Tercatat pebulutangkis putri Prancis, Pi Hongyang pernah menjadi pemain nomor dua dunia pada 2005. Hanya, saat ini belum ada lagi pebulutangkis Prancis yang berada di posisi 15 besar ranking dunia.

Prancis kini tengah berjuang memajukan olahraga bulutangkis untuk bisa bersaing di internasional seperti yang dicapai pebulutangkis Denmark, Inggris, Rusia, Jerman dan Spanyol. Satu pebulutangkis Prancis yang patut dilirik adalah Brice Leverdez, yang kini tengah meramaikan ajang Djarum Superliga Badminton 2019. Pebulutangkis peringkat 26 dunia ini turun di Bandung membela PB Berkat Abadi.

Leverdez menyumbang angka pertama bagi tim putra Berkat Abadi. Dalam laga penyisihan grup A yang berlangsung siang ini (Rabu, 20/2) di Sasana Budaya Ganesha, Leverdez menyingkirkan Chong Wei Feng dari tim Sports Affair dengan skor 21-9 dan 21-17.

Berikut petikan wawancara yang kami lansir dari situs Badmintonindonesia.org dengan Leverdez usai pertandingan hari ini.

Apa komentar anda mengenai pertandingan hari ini?
Saya sangat senang bisa menang, karena saya tahu poin ini penting dalam pertandingan melawan Sports Affairs, mereka adalah lawan yang tangguh. Saya bisa memberikan awal yang baik bagi tim, jadi yang main selanjutnya bisa lebih menikmati pertandingan. Hari ini saya bermain lebih rileks dibanding kemarin waktu melawan Anthony (Sinisuka Ginting- Musica Triniry).

Bagaimana komentarnya mengenai suasana stadion yang ramai hari ini?
Ini indonesia, selalu menyenangkan bertanding di Indonesia. Waktu melawan Ginting lebih ramai penontonnya, tapi hari ini tetap ramai juga, saya sangat senang main di sini.

Ini pertama kalinya anda ikut Djarum Superliga Badminton, apa komentarnya mengenai liga bulutangkis ini?
Menurut saya ini salah satu yang terbaik, dari segi penonton, karena ini Indonesia dan bulutangkis adalah olahraga yang populer di sini. Atmosfernya sangat menyenangkan, tim nya baik-baik, semua orang nice, seperti orang Indonesia kebanyakan, murah senyum dan ramah.

Pertama kalinya juga ke Bandung? Bagaimana suasana di Bandung?
Saya belum sempat keliling Bandung, jadi belum tahu banyak tentang kota ini. Namun saya lebih suka sama udara di sini, dibanding di Jakarta. Mungkin karena kami tinggal di pegunungan, jadi udaranya lebih natural. Selama ini rute saya baru hotel-hall, soalnya waktu datang ke sini hujannya deras sekali, jadinya belum bisa liat-liat Bandung di malam hari.

Apa target anda di tahun 2019 ini?
Saya mau masuk ke top 15 dunia, memang tidak mudah tapi saya mau berusaha, karena saya berharap bisa lolos ke kualifikasi olimpiade.

Apa pendapat anda mengenai tunggal putra Indonesia saat ini?
Tentunya bagus ya, karena Indonesia punya tiga tunggal putra di top 10 dunia. Ginting sangat cepat, sangat susah menghadapi dia, saya harus ekstra fokus dan tidak kasih poin karena dia terlalu cepat. Kecepatan dia membuat saya kesulitan, saya tidak bisa mengimbangi kecepatannya. Tapi ini bagus buat saya untuk melatih kemampuan saya. (*)

Berita Wawancara Lainnya