Berita > Berita

Yulfira/Maretha Rebut Poin Pertama Bagi Mutiara Cardinal

Rabu, 20 Februari 2019 17:21:38
345 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Pasangan Yulfira Barkah/Maretha Dea Giovani dari Mutiara Cardinal Bandung sementara menahan laju tim Saishunkan Nihon-Unisys di babak penyisihan grup Y Djarum Superliga Badminton 2019 hari ini (Rabu, 20/2) di Bandung.

Kemenangan Yulfira/Maretha atas Chisato Hoshi/Reika Kakiiwa, 19-21, 21-11 dan 21-13, membuat kedudukan kedua klub kini imbang 1-1.

Keadaan memang sempat genting karena tim Mutiara Cardinal Bandung yang merupakan juara bertahan, kehilangan game pertama lewat kekalahan Gregoria Mariska Tunjung atas Ayumi Mine, dengan skor 13-21 dan 16-21.

Mutiara mau tak mau harus memenangkan laga penyisihan ini jika ingin mengamankan tiket semifinal. Apalagi di penyisihan grup terakhir besok, tim Mutiara Cardinal Bandung akan berhadapan dengan tim putri PB Djarum yang tak kalah kuat.

"Memang sempat tegang sih dengan kekalahan Gregoria, tapi tadi kami tidak mau terlalu memikirkan. Karena kalau terlalu dipikirkan, kami akan tambah terbebani. Jadi kami fokus saja di pertandingan kami, di sektor masing-masing dulu," ujar Yulfira, seperti kami lansir di situs Badmintonindonesia.org.

"Sebetulnya kami cukup diuntungkan dengan shuttlecock yang kencang ini saat melawan pemain Jepang. Mereka tipe mainnya cepat dan tenaganya kuat. Kami sering tertinggal di perolehan angka, tapi kami akhirnya bisa mengatasi," tambah Yulfira.

Status juara bertahan juga sebisa mungkin tak terlalu dijadikan beban bagi Yulfira/Maretha. Berbeda dengan superliga sebelumnya, tim Mutiara Cardinal Bandung kali ini diperkuat pemain asing baik di sektor tunggal maupun ganda. Di ganda putri ada pasangan Korea, Kim Ha Na/Eom Hye Won.

"Saat ini manajer dan tim pelatih masih terus melihat peluang dan cari komposisi permainan yang tepat untuk tim kami. Tapi adanya pemain asing tentunya menambah kekuatan tim Mutiara," jelas Maretha.

"Kami pokoknya kasih perjuangan terbaik dulu, Mutiara memang jadi juara bertahan tapi jangan dijadikan beban, dijadikan semangat saja," pungkasnya. (*)

Berita Berita Lainnya