Berita > Berita

The Legend Ahsan/Hendra Goes To Final All England Open 2019

Sabtu, 09 Maret 2019 23:15:26
737 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • ©Badmintonindonesia.org

  • Hendra & Ahsan

    ©Badmintonindonesia.org

Berkarir di luar Pelatnas Cipayung sepertinya melecut pasangan ganda putra senior Indonesia, Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan, untuk bisa menorehkan prestasi emas. Sang Legenda selangkah lagi bakal mengulang catatan manis lima tahun silam saat berhasil naik ke podium juara kejuaraan bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia.

Tiket final Yonex All England Open Badminton Championships 2019 berhasil diamankan duet yang mendapat julukan The Daddies. Pada laga semifinal hari ini (Sabtu, 9 Maret) di Birmingham, Inggris, Hendra/Ahsan berhasil menaklukkan ganda Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dua game langsung 21-19 dan 21-16 dalam laga berdurasi 44 menit.

Tak bisa dihindarkan, laga sengit terjadi di sepanjang pertandingan, khususnya di akhir game pertama saat kedudukan 19-19. Hendra mengalami masalah pada betis kanannya, akibat mendarat tak sempurna setelah melakukan jumping smash.

Keadaan Hendra terus menurun, ia sempat meminta pertolongan dokter pertandingan sebanyak dua kali untuk memasangkan decker dan menyemprot cairan penahan rasa sakit di betisnya.



Akan tetapi, perjuangan Hendra/Ahsan begitu luar biasa. Kamura/Sonoda yang sadar akan keadaan Hendra, juga tak mampu memanfaatkan kesempatan. Hendra/Ahsan akhirnya lolos ke final dan membuka peluang mengulang sukses lima tahun lalu kala mereka juga berjaya di turnamen tertua di dunia ini.

“Koh Hendra tetap mau fight, jadi kami harus fight. Tempo main berubah, Jepang juga mau mengubah tempo, ini menguntungkan buat kami, mereka jadi lebih banyak angkat bola,” ujar Ahsan setelah pertandingan.

Selepas pertandingan, Hendra tidak dapat mengikuti sesi wawancara karena harus segera mendapat perawatan atas cederanya.

“Tadi pasti ada khawatir, pola permainan berganti. Lawan mau memperlambat tempo main, mereka mau jauh-jauhkan bola, tapi kami sebisa mungkin ngambil pola supaya koh Hendra banyak di depan, tapi sebaliknya dia banyak di belakang. Tapi alhamdulillah tadi banyak dapat poin juga” jelas Ahsan.

“Bukan strategi ya mau main dengan pola brgitu, memang keadaan yang menuntut kami begitu. Sebisa mungkin kami kontrol, kalau tidak kontrol bisa pontang-panting. Nggak mau mikir terlalu jauh, mikir satu-satu dulu, akhirnya kami bisa sampai ke final,” ujarnya.

Melaju ke final turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 1000 berhadiah total USD 1,000,000, duet Hedra/Ahsan belum dapat mengetahui lawan yang akan dihadapi. Mereka menanti pemenang laga ganda Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan ganda Malaysia, Aaron Chia/ Soh Wooi Yik. (*)

Berita Berita Lainnya