Berita > Berita

Juara Lagi, Kali Ini Terasa Lebih Spesial

Senin, 11 Maret 2019 08:04:36
1300 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Hendra & Ahsan

    ©Badmintonindonesia.org

  • Hendra & Ahsan

    ©Badmintonindonesia.org

Ganda putra senior Indonesia, Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan mencatat prestasi manis. Duet The Daddies ini kembali mengulang sukses mereka di tahun 2014, naik ke podium juara Yonex All England Open Badminton Championships 2019.

Gelar bergengsi direbut Hendra/Ahsan setelah sukses menaklukkan ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan rubber game 11-21, 21-14 dan 21-12 dalam waktu 48 menit di Birmingham, Inggris.

Kekhawatiran, sempat mencekam penggemar bulutangkis Indonesia, pasalnya, sehari sebelumnya di laga semifinal Hendra sempat mengalami cedera betis saat melawan ganda Jepang, Takeshi Kamura/ Keigo Sonoda. Walau mereka bisa menang dua game langsung atas Takeshi/Keigo dengan skor 21-19 dan 21-16, namun kondisi Hendra boleh dibilang tak dalam kondisi fit seratus persen.

Rupanya, ganda putra yang boleh dibilang termasuk veteran ini masih memperlihatkan ketangguhannya di arena. Selain modal dua catatan kemenangan atas duet Chia/Soh, modal segudang pengalaman mengantarkan mereka naik ke podium juara.

''Pastinya pas kehilangan game pertama, kami tidak mau menyerah, walau kalah jauh, tetap berusaha, menerapkan strategi kita. Kalaupun kalah kami harus beri perlawanan, harus bisa semakksimal mungkin, dan alhamudlilah kita bisa melalui itu,'' ungkap Ahsan seperti kami lansir dari email jurnalis Badmintonindonesia.org dari Birmingham.

Ini mengulang catatan manis Hendra/Ahsan lima tahu silam. Kala itu mereka naik ke podium juara dengan menaklukkan ganda Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa di final dengan skor 21-19 dan 21-19.

''Bedanya yang 2014 sekarang bedanya umur, dulu muda, sekarang sudah, belum terlalu tua,'' tutur Ahsan sembari tertawa.

Senada dengan Ahsan, Hendra juga mengungkapkan rasa sukacitanya bersama Ahsan atas sukses keduanya di All England.

''All England adalah turnamen yang bergengsi, kami senang bisa juara lagi di sini. Motivasinya hrus tinggi, partai final dan All England, ngga mau kalah gitu aja. Sama dengan Ahsan, yang 2014 dan ini bedanya umur. Pasti ada rasa spesial. Jadi ini turnamen paling tua, bergengsi, senang bisa juara di sini lagi,'' ungkap Hendra.

Menghadapi lawan-lawan yang masih muda, The Daddies harus punya kiat tersendiri.

''Kunci kemenangannnya adalah fight, tetep semangat, menjalankan strategi dengan pengalaman kami. Dalam keadaan tertekan, kami tetap tenang,'' ungkap Ahsan.

Dan dukungan supporter Indonesia, baik yang menonton langsung Arena Birmingham, ataupun di Tanah Air, benar-benar memberikan semangat bertanding yang lebih bagi Hendra dan Ahsan.

''Terima kasih buat doanya, dari supporter di sini dan di Indonesia, buat keluarga juga,'' sebut Hendra. (*)

Berita Berita Lainnya