Berita > Berita > Klub

Saatnya Marcus Belajar Dari Seniornya

Rabu, 01 Mei 2019 00:32:08
1057 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Tak perlu berkaca pada atler luar, namun sekedar merefresh memori kita untuk melihat perjalanan beberapa atlet bulutangkis yang sudah menikah.

Hendra Setiawan dan Markis Kido
Hendra menikah pada bulan Oktober 2011 dan Kido pada 10 Juli 2011. Prestasi Hendra cukup menurun dan mentok bersama Markis Kido, dan puncaknya adalah kegagaan mereka di Olpiade 2012. Mereka baru mulai berhasil kembali ke atas beberapa lama kemudian bersama pasangan baru masing masing.

Taufik Hidayat
Taufik menikah pada Februari 2006. Seperti yang kita ketahui setelah menikah Taufik seakan kehilangan gairah lagi untuk mengejar gelar. Meskipun sesekali Taufik masih bisa mencapai babak final atau bahkan juara, akan tetapi dia sangat kalah bersinar dibanding kompatriotnya (Lee Chong Wei, Lin Dan, Peter Gade)

Tontowi Ahmad
Tontowi menikah pada 2 Agustus 2014. Sebagaimana kita ketahui prestasi Owi/Butet sempat stagnant di tahun 2015/2016. Kondisi tersebut mulai menjadi tanda tanya besar bagi kebanyakan para Badminton Lovers untuk tetap optimis bagi Owi/Butet untuk meraih medal emas Olimpiade 2016. Tetapi seiring dengan keadaan dimana Owi sanggup membayar harga yang mahal untuk kembali ke puncak, dengan mengorbankan kepentingan pribadinya, maka mereka layak untuk memperoleh gold medal di Olimpiade 2016 dan sempat mempertahankan prestasi mereka di tahun 2017-2018 dengan luar biasa kendatipun usia dan cedera membayangi pergerakan Butet.

Mohammad Ahsan
Ahsan menikah pada Maret 2013. Mungkin hanya Ahsan yang tidak terlalu terpengaruh oleh proses berkeluarga dan prestasi. Bahkan prestasinya menggelegar di taun 2013/2014/2015. Hanya saja sebuah kejenuhan membuat Ahsan/Hendra kurang bersinar di tahun 2016 dan gagal total di 2016.

Melihat beberapa contoh di atas, kelihatannya Marcus perlu adaptasi dengan situasi baru dan refresh spiritnya kembali.

Adalah kurang bijak buat memojokkan kondisi prestasi Marcus saat ini, karena sejatinya yang dia perlukan adalah dukungan moril dan solusi untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Usia 28 adalah usia emas buat pemain ganda putra. Di situlah seharusnya dia bisa mencapai titik puncak sebagai pemain. Dan kalau konsisten, bukan tidak mungkin seorang Marcus bisa bertahan cukup lama di elite dunia bahkan bisa seperti Hendra Setiawan, Mathias Boe, Carsten Mogensen, dan lain-lain. Jika di tunggal putra seperri Lee Chong Wei, Lin Dan, Lee Hyung Ill, Nguyen Tien Minh, dan.lain-lain.

Saya rasa coach pasti tahu persis akan hal ini. Dan kita berharap setelah ini Marcus boleh kembali menapak kan fokus dan penampilannya seperti yang sudah sudah dan kembali peak di tahun 2020 nanti.

Saya cukup percaya karena melihat pemain-pemain yang lain yang sudah menikah juga pernah mengalami hal yang sama. (Lilitan)

Berita Klub Lainnya