Berita > Berita

Dua Gelar Juara di Selandia Baru

Minggu, 05 Mei 2019 17:02:20
1559 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Kegagalan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti merebut gelar juara akhirnya terobati dua gelar lain yang disabet Jonatan Christie dan Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan pada ajang Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019, yang berakhir hari ini (Minggu, 5/4) di Auckland, Selandia Baru.

Gelar pertama Indonesia dipersembahkan Jonatan usai mengalahkan andalan Hong Kong, Ng Ka Long Angus dengan skor 21-12 dan 21-13 dalam laga yang berlangsung selama 39 menit di Eventfinda Stadium.

Hasil ini memperbaiki capaian yang diraih Jonatan pada tahun lalu di kejuaraan ini, ia menjadi runner up setelah dikalahkan andalan China, Lin Dan. Selain itu, kemenangan atas Ng di final tadi juga memperbaiki rekor pertemuan Jonatan menjadi 3-4.

Di final ganda putra pasangan Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan mempersembahkan gelar kedua bagi Indonesia. Duet yang dijuluki The Daddies ini menaklukkan ganda Jepang, Hiroyuki Endo/ Yuta Watanabe lewat laga tiga game 20-22, 21-15 dan 21-17 dalam waktu 1 jam 7 menit.

Jonatan tampil baik di laga final turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 300 berhadiah totak USD 150,000. Permainannya rapi dan cenderung minim kesalahan sendiri. Hal ini membuat Ng tak dapat mengembangkan permainannya dan banyak melakukan kesalahan beruntun.

"Saya melihat kondisi kaki lawan sepertinya tidak enak kalau dilari-lariin. Jadi saya sengaja membuat dia lari ke sudut lapangan, mungkin ini yang bikin dia nggak enak mainnya. Saya juga nggak mau buru-buru menyerang, karena kalau di-smash terus, pertahanannya bagus, makanya saya coba chop silang kiri-kanan, depan-belakang," jelas Jonatan yang kini duduk di peringkat sembilan dunia.

"Di turnamen ini, saya mencoba kembali ke penampilan saya di Malaysia dan Singapore Open kemarin. Apalagi sekarang sudah mulai pengumpulan poin ke olimpiade. Saya berusaha tampil enjoy, rileks, nggak mikirin harus menang, harus dapet poin sekian sekian. Saya fokus partai demi partai, nggak mikirin babak nanti-nantinya, yang hari itu saja dulu," jawab Jonatan, mengutip di laman resmi PBSI.

Kemenangan ini menjadi bekal bagi Jonatan untuk berada di jajaran atas peringkat dunia tunggal putra.

"Jelang olimpiade, saya fokus ambil poin sebanyak mungkin di tiap turnamen yang saya ikuti, jangan sampai sia-siakan kesempatan yang sudah dikasih oleh PBSI. Kalau untuk rangking, saya maunya di Top 8 biar jadi unggulan kalau nanti bisa lolos ke olimpiade," ujar peraih medali emas Asian Games 2018 ini. (*)

Berita Berita Lainnya