Berita > Artikel

Dari Susi, Mia Hingga Gregoria

Selasa, 07 Mei 2019 06:40:23
2372 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Susi mengalahkan Han Aiping tahun 1988 (usia 17 tahun-Susi kelahiran 1971) pada babak Final Piala Dunia 555 di China sebagai balasan atas kekalahan menyesakkan dan dramatis di Semifinal Uber 1988 setelah match point di game ke-2 dan ke-3. Dan sayangnya, Han Aiping membalas lagi di Semifinal Grandprix (sekarang final Super Series).

Tahun 1989, Susi sudah lebih mateng, sudah mulai panen gelar. Meski kalah di final All England dari Li Lingwei namun Susi mampu meraih gelar di Indonesia Open 1989 dan menjadi pahlawan di Sudirman Cup tahun 1987 saat Susi berusia 16 tahun, lalu mengalahkan Kristen Larsen Juara AE, pada ajang World Badminton Championships 87 dan maju ke babak kuarter final.

Mia lebih keren lagi. Usia 12 tahun masuk semifinal Kejuaraan Dunia Junior (kalah dari Kristin Yunita sang juara), 14 tahun menjadi pahlawan di final Piala Uber, dan usia 16 tahun (17 tahun kurang sedikit) meraih perak Olimpiade Atlanta 1996.

Gregoria nyaris mengalahkan An Se-young pada ajang Asia Junior Championships 2017. Sayangnya, Gregoria kalah stamina meski nyaris menang. Namun stamina Gregoria habis dan An menang. Gregoria kalah di tangan An dalam pertarungan rubber game 19-21, 21-7 dan 20-22.

Saat ini, ada harapan dari Putri Kusuma Wardani (Runner Up Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2019) meski pun masih jauh dan belum bisa meyakinkan dapat meneruskan jejak, setidaknya jejak Gregoria untuk juara junior dulu. (Ozil & Arifzai)

Berita Artikel Lainnya