Berita > Berita

Hadapi Denmark, Hendry Belum Putuskan Tunggal Putra

Selasa, 21 Mei 2019 17:46:32
563 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Satu laga lagi akan dilakoni Indonesia pada penyisihan grup B Piala Sudirman 2019. Setelah berhasil meraih kemenangan atas Inggris 4-1, Indonesia akan menghadapi Denmark di pertandingan kedua hari Rabu (22/5) di Nanning, China.

Seperti disebukan Achmad Budiharto, Chef de Mission tim Piala Sudirman Indonesia bahwa saat melawan Denmark nantinya, sektor yang paling diwaspadai adalah nomor tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran tanpa mengecilkan sektor tunggal putri dan ganda putri.

“Jangan salah, ada tiga kekuatan Denmark yang tidak bisa diremehkan. Pertama, mereka punya tunggal putra yang bisa diandalkan. Ganda putra, walaupun pasangan utamanya udah tidak ada, tapi pelapisnya bukan pasangan yang gampang dikalahkan dan ketemu ganda putra Indonesia selalu ketat,” kata Budiharto

Menjadi tumpuan harapan untuk merebut poin, tunggal putra yang selama ini prestasinya sudah cukup mumpuni tentunya menargetkan satu poin kemenangan dari Denmark. Namun, hingga kini, Hendry Saputra, selaku Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, m masih belum mengambil keputusan siapa yang akan diturunkan pada laga Indonesia melawan Denmark.

Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito, adalah tiga tunggal putra Indonesia yang menjadi skuat andalan Merah Putih di Nanning. Namun Anthony dan Jonatan punya peluang terbesar untuk diturunkan untuk melawan Viktor Axelsen yang kemungkinan besar akan diturunkan Denmark.

Melihat rekor yang ada, Anthony telah dua kali menang dalam pertemuan terakhirnya dengan Axelsen dan satu kali kalah di pertemuan pertama. Sedangkan Jonatan pernah satu kali menang dan tiga kali kalah dari Axelsen. Di dua turnamen terakhir di Malaysia Open 2019, Jonatan mengalahkan Axelsen dengan skor 21-18, 21-19. Sedangkan di Singapore Open 2019, Jonatan kalah dengan skor tipis 24-22, 18-21, 22-24.

"Penentuan pemain yang turun itu last minute, nanti ditentukan setelah rapat tim, kan ini pertandingan beregu. Intinya siapa pun yang diturunkan, yang penting selama dia bisa fokus, tidak melakukan kesalahan sendiri, kami yakin pasti bisa," ujar Hendry, mengutip di laman resmi PBSI.

"Di pertemuan terakhir dengan Axelsen, Jonatan kalah di finishing, mati sendiri dan cara mainnya salah, salah stroke, sehingga mudah dimatikan lawan. Anthony pernah mengalahkan Axelsen, tapi jangan dilihat hanya dari rekor pertemuan, Anthony harus bisa kurangi kesalahan sendiri dan mainnya lebih fokus," jelas Hendry.

Hendry juga menuturkan bahwa penentuan penurunan pemain bukan hanya dilihat dari track record dan peluang, namun juga kondisi terakhir dan kesiapan atlet. Penampilan Anthony di laga penyisihan pertama melawan Toby Penty dari tim Inggris juga dikatakan Hendry tak bisa menjadi patokan karena lawan masih belum seimbang.

"Dilihat juga dari feeling terakhirnya bagaimana? Kalau pilih yang pasti menang kan pasti susah, dua-duanya kalau dipilih masih diharapkan bisa menang, bukan dipastikan menang," tutur Hendry.

"Kita semua tahu ya bahwa Axelsen pemain berpengalaman, mainnya bagus dan tidak mudah dikalahkan, yang penting pemain kami siap dan bisa antisipasi permainan lawan. Penampilan Anthony kemarin tidak bisa dijadikan patokan karena standard-nya lawan di bawah Anthony satu tingkat. Tapi kemarin Anthony memang harus turun untuk coba lapangan, itu harus supaya dapat feeling-nya, tidak bisa dadakan langsung main," jelas Hendry.

Hendry juga menuturkan bahwa kali ini Anthony dan Jonatan dari segi pengalaman sudah lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama di Piala Sudirman dua tahun lalu di Gold Coast, Australia.

"Tiga-empat tahun lalu, Jonatan dan Anthony ibaratnya masih bagaikan bumi dan langit dengan Axelsen, bisa mendekati, saya bersyukur. Tapi kan kita mau berharap lebih? Mau naik level yang lebih tinggi, ya saya harap mereka bisa konsisten, jangan gampang 'buang bola'. Belajar terus, sampai kapan? Sampai terus, sampai menang," jelas Hendry.

"Waktu dua tahun lalu di Gold Coast, Jonatan ketemu Srikanth mainnya masih ngambang. Sekarang sudah mendekati. Kalau menurut saya Anthony dan Jonatan sudah bisa dibilang satu level dengan Axelsen dan pemain top lainnya, ini menurut pandangan saya, setiap orang kan punya pandangan yang beda-beda. Kalau dari rangking memang masih di bawah, tapi misalnya waktu lawan Momota, apakah pemain rangking satu dunia tidak bisa kalah? kan bisa kalah juga," kata Hendry.

Indonesia akan menghadapi Denmark pada esok hari, Rabu (22/5), mulai pukul 18.00 waktu Nanning. Siaran langsungnya dapat disaksikan di TVRI pada pukul 17.00 - 22.00 WIB. (*)

Berita Berita Lainnya