Berita > Berita

Susy: ''Kami kecolongan di ganda campuran''

Kamis, 23 Mei 2019 10:16:33
1663 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Kekalahan harus dituai tim Indonesia dari Denmark pada laga akhir di penyisihan grup B Piala Sudirman 2019 hari Rabu (22/5) malam di Nanning, China. Walau kalah 2-3 dari Denmark, Indonesia mengakhiri pertandingan penyisihan grup B sebagai juara grup, diikuti dengan Denmark sebagai runner up dan Inggris di posisi terakhir.

Indonesia menempati juara grup B setelah memiliki poin yang lebih baik dari Denmark dan Inggris. Kekalahan dari Denmark 2-3 masih menempatkan poin Indonesia lebih bai karena berhasil menaklukkan Inggris 4-1, sementara Denmark dikalahkan Inggris 3-2.

Kekalahan pertama Indonesia dari skuat Denmark terjadi di sektor ganda campuran. Pasangan Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja yang diharapkan bisa menuumbangkan satu poin kemenangan dikalahkan Mathias Christiansen/ Sara Thygesen dengan skor 17-21 dan 11-21.

Indonesia langsung tertinggal 0-2 saat Anthony Sinisuka Ginting gagal merebut kemenangan dari Viktor Axelsen. Anthony kalah dengan skor 9-21 dan 16-21.

“Peluang kami memang di ganda campuran, ganda putra dan ganda putri, kalau tunggal memang peluangnya 50-50. Sebetulnya Hafiz/Gloria semangat dan mau menyumbang angka tapi tidak dalam posisi pola permainan normal. Mereka demam panggung, tertekan lawan dan permain mereka tidak keluar,” kata Susy Susanti, Manajer Tim Indonesia, mengutip laman resmi PBSI.

“Ya kami kecolongan di ganda campuran yang tampil tidak maksimal. Bukan berarti ngasih (kemenangan) atau apa, enggak kok, kami mau menang, tiap tanding mau kasih yang terbaik,” tambahnya.

“Tunggal Denmark mainnya bersih sekali, kami berharap tadi Anthony bisa ambil,” ujar Susy.

Tertinggal 0-2, di ganda putra pasangan Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan menahan laju tim Denmark. Hendra/Ahsan meraih satu poin kemenangan bagi Merah Putih usai mengalahkan Mathias Boe/ Kim Astrup dengan skor 22-20 dan 21-14.

Kemenangan Denmark ditentukan tunggal putri Mia Blichfeldt setelah mengalahkan Fitriani dengan skor 21-13 dan 21-19.

Di partai terakhir, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi penentu tim menjadi jawara di grup B dengan memetik kemenangan atas Maiken Fruergaard/Sara Thygesen, 21-18, 21-13.

“Fitri seharusnya bisa ambil game kedua. Kalau lihat head to head, dua tahun lalu bisa menang, tapi sekarang di bawah kontrol lawan,” ujar Susy.

“Kenapa tidak menurunkan Gregoria, karena dari head to head di pertemuan terakhir, Gregoria kalah dari Mia, jadi takutnya kalah di pedenya. Sebetulnya, siapa pun yang diturunkan, Gregoria atau Fitriani, peluangnya sama-sama 50-50. Kalau soal kondisi saat ini, Gregoria dan Fitriani sama-sama fit, semuanya siap diturunkan,” jelas Susy.

Indonesia akan menghadapi Taiwan di babak perempat final. Masih ada satu hari rehat bagi tim Indonesia, karena tim dijadwalkan bertanding pada Jumat (24/5), pukul 11.00 waktu Nanning.

“Para atlet tetap jaga semangat untuk melawan Taiwan. Situasi di Indonesia yang kurang kondusif sebetulnya membuat kami mau kasih hadiah, mau buktikan kita bisa bersatu angkat nama Indonesia. Makanya atlet kompak dan semangat sekali memberikan yang terbaik untuk indonesia,” pungkas Susy. (*)

Berita Berita Lainnya