Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

Utak-Atik Line Up, Indonesia vs Taiwan

Kamis, 23 Mei 2019 23:00:39
1737 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Sepanjang saya menonton secara langsung lewat streaming pertandingan tim Indonesia vs tim Denmark, ada beberapa catatan yang perlu untuk tim kita perhatikan.

Catatan yang pertama adalah menurut saya di grup 1B kita adalah tim yang memilki kekalahan 'tertelak’ di antara ketiga penghuni grup. Kenapa saya bilang begitu? Pertama adalah kita benar-benar kalah strategi dari tim Denmark mulai dari susunan line-up pemain hingga taktik mengutak-atik pemain. Dan yang kedua, mereka berstatus sebagai non unggulan kali ini namun tim Denmark benar-benar berhasil memaksimalkan segala kekuatan dari skuad yang ada. Sementara kita membawa tim dengan kekuatan penuh namun masih tetap belum mampu tampil sebesar kekuatan yang kita punya. 

Kemudian catatan yang kedua adalah kita benar-benar kalah semangat, daya juang dan kekuatan mental dari kedua pesaing kita. Bahkan kita kalah dari tim Inggris yang notabene sudah kita kalahkan namun mampu membuat tim Denmark kalang kabut di atas lapangan setelah mengalami kekalahan yang memalukan sehari sebelumnya. Begitupun juga kita kalah dengan tim Denmark yang berhasil membalikkan keadaan genting yang sudah nyaris terancam gagal lolos ke fase grup dengan tampil penuh semangat dari para pemainnya. Semuanya nyata terlihat bahwa mereka tampil begitu kesetanan seolah esok adalah hari kiamat mereka bersama. 2 tahun yang lalu kita gagal membalikkan keadaan. Sudah sepatutnya kita mencontoh 2 pesaing kita kali ini. Lihatlah langkah mereka yang ringan, lalu dengarkan suara mereka yang lantang. Itu menjadi pertanda bahwa semangat, daya juang dan kekuatan mental mereka benar-benar jauh unggul dari pemain kita. Hal-hal seperti ini sebenarnya yang kita perlukan terutama untuk menghadapi Taiwan yang menjadi target terdekat kita kali ini. Semoga pemain kita benar-benar mampu untuk belajar dari kejadian ini.

Saya berharap hari ini disamping menjadi hari berlatih dan pemulihan bagi para pemain kita, juga menjadi hari perenungan dan introspeksi diri bagi semuanya. Menjadi juara grup dengan kekalahan 'setelak’ itu di mata saya bukanlah hal yang membanggakan, meski menjadi juara grup bisa menjadi sesuatu hal yang sedikit melegakan dan tetap patut untuk kita syukuri. Andai kejadian 2 tahun lalu terulang kembali, jika kita sempat kalah dari inggris entah itu 2-3, 1-4 ataupun 0-5, maka Sudirman Cup tahun ini menjadi Sudirman Cup terkelam sepanjang sejarah keikut sertaan tim Indonesia. Beruntung, Inggris saat melawan kita belum memiliki semangat membara seperti ketika melawan Denmark. Jika tidak, maka habislah pemain kita yang mungkin akan dibully habis-habisan dari segala penjuru Indonesia. 

Sekarang kita sudah lolos ke babak perempat final. Saatnya menatap ke depan. Sudah diputuskan bahwa tim Taiwan akan menjadi lawan kita berikutnya. Tim ini menurut saya justru lebih kuat dari tim Denmark. Peluang paling besar untuk memperoleh poin hanyalah dari sektor ganda putri dan saya yakin sektor ini akan diusahakan oleh lawan untuk diletakkan sebagai partai terakhir karena mereka sadar akan kecilnya peluang mereka mengambil poin dari sektor ini. Sementara sektor tunggal putri menjadi sektor terlemah yang memiliki peluang terkecil untuk meraih poin. Maka 3 partai yang lain menjadi partai yang benar-benar menentukan karena tidak ada yang bisa memastikan siapa yang akan merebut 1 poin di tiap partainya selain Tuhan.

Terlepas dari dimanapun posisi urutan pertandingan tunggal putri akan diletakkan, 3 sektor lain tetap tidak boleh lengah terutama untuk sektor ganda campuran yang kini benar-benar terasa sederajat dengan sektor tunggal putri karena menjadi sektor terlemah yang masih belum mampu mendulang poin dari 2 pertandingan. Saya melihat kunci kemenangan sektor ini berawal dari permainan depan net, maka peran pemain putri menjadi kunci disini. Jika ingin memenangi pertandingan, pemain putri harus menguasai area di depan net agar bisa menekan lawan lebih dulu. Selain itu, juga harus diimbangi dengan serangan yang bagus dan pertahanan yang kokoh. 

Mengutip komentar Steen pada pertandingan kemarin bahwa gedung yang menjadi lokasi pertandingan Sudirman Cup 2019 bertipe sangat lambat dengan kondisi shuttlecock yang juga sangat berat. Dengan karakteristik seperti itu maka pemain yang dibutuhkan untuk melakoni pertandingan adalah pemain dengan kondisi fisik yang kuat. Seperti yang sempat diucapkan oleh salah satu teman-teman forum diskusi Bulutangkis bahwa smes badak Babah Ahsan aja susah bikin bola mati. Saya berharap bahwa catatan dari Steen kemarin bisa menjadi bahan pertimbangan bagi tim pelatih untuk menurunkan pemain di pertandingan esok hari.

Berbicara sektor yang paling aman yang menyumbang poin adalah sektor ganda putra, namun tetap saja kita tidak boleh lengah. Dengan membawa 3 pasangan penghuni 5 besar dunia memang menjadi ancaman tersendiri bagi lawan. Dengan memiliki 3 pasangan yang menjadi ancaman bagi lawan memang mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Saya berharap bahwa ‘kebahagiaan’ ini jangan sampai membuat Coach Herry IP terlena. Saya percaya bahwa Coach Naga Api akan memikirkan strategi terbaik demi memenuhi kewajibannya menjadi pendulang poin bagi tim Indonesia. Di sektor ini, yang hanya perlu dimaintain adalah persoalan mental dan mindset saja agar segala keunggulan yang dimiliki tidak mubazir dengan percuma. 

Yang menjadi kunci kemenangan dan ketangguhan dari sektor ini adalah terletak lagi-lagi pada pemain depan (playmaker). Mereka menjadi motor dalam membentuk permainan apik untuk mengalahkan lawan. Dari 2 pertandingan, baik Hendra maupun Kevin begitu sigap dengan segala antisipasi bola yang datang yang akhirnya memudahkan partner mereka untuk melanjutkan ataupun menuntaskan permainan. Meski pasti ada sedikit perbedaan cara main, tapi saya rasa apapun itu jenis, sektor dan gendernya dasar permainan ganda tetaplah sama dan ini harus dicontoh oleh pemain putri ganda campuran kita. Rebut dulu permainan depan jika kamu ingin selangkah lebih maju menuju kemenangan.

Melawan Taiwan, baik itu ganda campuran ataupun ganda putranya memiliki peluang menang kalah yang sama. Satu hal yang menjadi kesamaan pemain-pemain Taiwan dari kedua sektor ini, yaitu mereka sangat kuat dan memiliki power yang besar. Wang Chi-Lin menjadi kartu ace mereka. Bisa jadi pemain ini akan dirangkapkan mengingat demi strategi mereka menempatkan sektor ganda menjadi pertandingan terakhir seperti susunan pertandingan saat tim kita melawan tim Denmark atau bisa jadi tim Taiwan memilih susunan pertandingan yang sama seperti ketika melawan tim Inggris dengan harapan bahwa lawan berharap bisa mendapatkan kemenangan di 3 pertandingan pertama lewat ganda putra, tunggal putri dan tunggal putra. Bagaimanapun susunan pertandingan yang akan dijalani tim kita nanti, tim pelatih tetap harus waspada karena memang tidak ada celah sedikitpun untuk kita memanfaatkan kelemahan lawan. 

Tentang order of play yang akan terjadi nanti, satu yang mungkin akan bisa dipastikan sektor tunggal putra dan ganda campuran menjadi penentu bagaimana kondisi tim selama pertandingan berlangsung, apakah beban di pundak pemain menjadi semakin berat ataupun semakin ringan, apakah kemudian mereka akan menjadi lengah ataupun menjadi kesetanan lalu berjuang mati-matian atau malah justru menjadi blangsak tidak karuan. Sepertinya teman-teman disini sudah memberikan poin dengan tepat dengan mengatakan bahwa Coach Hendry sepertinya butuh liburan ataupun Coach Richard yang harus memutar otak karena belum mampu mengkatrol kemampuan anak didiknya.

Berbicara tentang sektor tungga putra, saya punya firasat bahwa Jojo mungkin akan diturunkan. Tidak hanya karena alasan head to head, namun juga lebih kepada untuk mengistirahatkan Ginting yang sudah bermain di 2 pertandingan. Banyak teman-teman disini yang sedikit menyayangkan turunnya Ginting di pertandingan kemarin yang akhirnya berujung pada kekalahan. Menurut saya Coach Hendry sudah melakukan keputusan yang tepat dengan menurunkan Ginting melawan Axelsen. Selain karena alasan head to head, juga karena karakteristik permainan kedua pemain. Namun memang kenyataan di lapangan bukan seperti ilmu matematika yang sudah memiliki formula bakunya sehingga bisa dipastikan hasilnya. 

Apa yang terjadi di atas lapangan juga layaknya seperti ilmu kehidupan yang menyimpan segudang misteri dan hanya Tuhan yang tahu bagaimana hasilnya. Lagipula saya bisa merasakan bahwa Ginting sudah berusaha semampunya, hanya memang kemarin Axelsen memang tampil sangat bagus bahkan hampir tanpa cela. Diserang berbagai sisi mulai dari kiri dan kanan, forehand dan backhand, sampai ke area overhead pun sudah dicoba, bahkan bola hasil pukulan kedutnya pun masih mampu diantisipasi oleh Axelsen. Memang Axelsen kemarin mampu menutup semuanya dengan baik hingga menyisakan permainan net yang menjadi satu-satunya celah yang mampu dimanfaatkan Ginting.

Sementara di sektor ganda campuran, saya pikir sangat riskan menurunkan Hafiz/Gloria kembali. Bukan karena kekalahan mereka kemarin, tapi lebih kepada mereka tidak punya banyak senjata untuk mengalahkan ganda campuran Taiwan. Jika Wang Chi-Lin jadi diturunkan besok, maka Hafiz akan sangat kebanting dengan penampilan lawannya. Dari sisi serangan ganda campuran kita akan kalah power dengan lawan. Kini tinggal 2 opsi saja, Ucok dan Owi. Ucok punya keunggulan di power, sementara Owi punya keunggulan pada variasi permainan dan juga pengalaman tentunya. Satu-satunya hal yang paling menentukan disini adalah pemain putrinya. Mengingat pemain Taiwan memiliki power yang bagus, maka perlu dibutuhkan pemain putri yang tidak hanya lihai mendominasi area depan net tapi juga bagus dalam bertahan. 

Diantara 2 pilihan memang hanya tinggal Melati yang sedikit lebih mendingan ketimbang Winny. Winny memang potensial hanya saja ia butuh waktu untuk matang. Namun jika ia berani mengambil resiko dan tantangan, bukan tidak mungkin proses pematangannya bisa menjadi lebih cepat dan ini bisa sedikit memudahkan sektor XD ke depannya karena sudah punya satu lagi pemain potensial yang bisa bahu membahu bersama senior untuk meraih gelar-gelar juara. Sekarang pilihan ada di tangan Coach Richard, apakah menurunkan pemain dengan pasangan tetapnya ataukah ia akan mencoba berjudi dengan menurunkan pasangan dadakan. Tapi melihat rekam jejaknya sih, rasa-rasanya pasangan tetap akan jadi pilihan utamanya. Nah, tinggal kita lihat besok siapakah yang diturunkan dan bagaimana strategi Coach Richard akan bekerja nanti. (*)

Berita Jurnal Komunitas Lainnya