Berita > Artikel

Strategi, Strategi dan Strategi

Senin, 27 Mei 2019 10:02:15
3787 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Kantaphon Wangcharoen

    ©BWFBadminton.com

  • Ratchanok Intanon

    ©BWFBadminton.com

Ajang Piala Sudirman 2019 telah berakhir hari Minggu (26/5) di Nanning, China. Tuan rumah naik ke podium usai membantai tanpa ampun tim Jepang dengan skor 3-0. Kemenangan China ini sekaligus memupus impian Jepang untuk bisa merasakan juara di ajang Piala Sudirman yang sejak digelar tahun 1989 tak sekalipun pernah menghampiri Jepang.

Indonesia bersama Thailand hanya meraih perunggu setelah keduanya tersingkir di babak semifinal. Indonesia ditaklukkan Jepang 1-3, sedangkan Thailand dibantai China 0-3.

Capaian Indonesia kali ini sudah sesuai target yang dicanangkan. Hasil ini mempebaiki capaian dua tahun silam di Gold Coast, Australia, yang tersingkir di babak penyisihan grup.

Kali ini Bulutangkis.com mengangkat catatan ringan yang dibuang sayang, sebatas menambah wawasan kita betapa serunya mengikuti ajang beregu yang penuh strategi di dalam menurunkan pemain yang akan turun berlaga. Sambil mereka-reka bagaimana lawan akan mengutak-atik pemainnya untuk menyusun Order of Play (OOP).

Tidak untuk menyalahkan strategi OOP yang telah dilakukan tim Indonesia saat bertanding melawan Jepang. Tapi ini sekedar catatan ringan yang mungkin kedepannya bisa jadi pertimbangan.

Bertemu Jepang di semifinal, kita kalah dari Jepang 1-3. Tak bisa dipungkiri skuat Jepang berisikan materi pemain yang merata di semua sektor. Sayangnya, saat menyusun pemain yang turun berlaga, sepertinya tim Indonesia tidak berani berspekulasi (bukan tanpa perhitungan juga tentunya).

Di atas kertas, materi pemain kita di sektor tunggal putri dan ganda putri lebih lemah dari Jepang. Melihat materi ini, tim kita masih tetap memakai OOP yang normal. Padahal kalau mau berani spekulasi, melihat sektor ganda campuran kita yang lebih berpeluang menang lawan Jepang bisa ditaruh di match pertama dengan rangkepin Melati di ganda putri.

Jika ganda campuran bisa ambil poin, ditambah poin dari ganda putra, maka Ginting yang turun berlaga bakal lebih semangat menuntaskan kemenangan. Dan ganda putri gak perlu main.

Seharusnya Indonesia lebih berani untuk mengutak-atik OOP yg bisa menguntungkan tim, karena kalau pake OOP normal memang agak susah dimana tim kita yang punya peluang paling besar ambil poin di sektor ganda putra, ganda campuran dan tunggal putra.

Satu keberanian menerapkan strategi OOP yang diluar normal dilakulan Thailand saat melawan Korea Selatan. Karena saat secara keseluruhan tim kalah, maka disitulah strategi bermain dengan upaya memaksimalkan peluang yang ada untuk menang. (Johantjun & Ikra4433).

Berita Artikel Lainnya