Berita > Berita

Ginting vs Jojo di Final

Sabtu, 08 Juni 2019 18:39:10
1954 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Jonatan Christie

Indonesia memastikan gelar juara di nomor tunggal putra pada ajang Crown Group Australian Open 2019 setelah dua andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie sukses menembus partai final.

Tiket pertama diraih Ginting setelah menaklukkan andalan Taiwan, Wang Tzu Wei, dua game langsung 21-17 dan 21-14 dalam laga berdurasi 43 menit. Bagi Ginting kemenangan hari ini memperbaiki rekor pertemuannya dengan Wang menjadi 4-2.

Menyusul Jojo merebut tiket final setelah menumbangkan andalan Taiwan lainnya Chou Tien Chen. Tak mudah bagi Jojo merebut kemenangan atas Chou. Setelah menang di game pertama 22-20, Jojo harus merelakan game kedua kepada Chou dengan skor 13-21. Namun di game penentuan Jojo berhasil mengunci Chou dan merebut kemenangan dengan skor 21-16.

Laga final tunggal putra akan menjadi sesuatu yang ditunggu para Badminton Lovers di Tanah Air. Dua pebulutangkis papan atas Indonesia ini akan berebut kemenangan untuk naik ke podium juara. Tercatat pada ajang resmi Badminton World Federation (BWF) Ginting dan Jojo telah bertemu empat kali dengan membagi kemenangan 2-2. Terakhir bertemu pada ajang Hong Kong Open 2018, Jojo menang atas Ginting dengan skor 21-15 dan 25-23.

Selain Ginting dan Jojo, Indonesia berhasil menempatkan satu wakil lainnya di final turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 300 berhadiah total USD 150,000 lewat pasangan ganda campuran Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti. Mereka ke final usai menumbangkan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/ Arisa Higashino, dengan skor 21-13, 12-21 dan 21-17.

Selanjutnya di partai final, Praveen/Melati akan bertemu dengan unggulan satu dari China, Wang Yilyu/ Huang Dongping.

"Di babak final, pasti lawan yang dihadapi lebih berat dari semifinal. Wang/Huang mainnya rapi, mereka kuat dan jarang membuat kesalahan sendiri,'' ujar Melati mengutip di laman resmi PBSI.

''Yang penting itu dari penampilan kami, main semaksimal mungkin dan all out, kan kami sudah beberapa kali juga ketemu mereka, kami akan berusaha menikmati permainan," tambah Melati.

Sayangnya satu tiket final lepas di sektor ganda putri usai kekalahan andalan Indonesia Greysia Polii/ Apriyani Rahayu. Langkah mereka dijegal wakil China, Chen Qingchen/ Jia Yifan usai laga tiga game dengan skor 13-21, 21-14 dan 18-21.

Hal yang menarik, walau turnamen ini berlevel Super 300, namun turnamen Australia Open 2019 banyak diikuti pemain-pemain elit karena turnamen ini sudah masuk dalam periode pengumpulan poin jelang Olimpiade Tokyo 2020. (*)

Berita Berita Lainnya