Berita > Berita

Tiga Sektor Jadi Tumpuan di BIO Open 2019

Sabtu, 15 Juni 2019 09:40:30
2350 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Selain ganda putra, sektor tunggal putra dan ganda campuran masih jadi andalan Indonesia pada ajang Blibli Indonesia Open 2019 yang akan digelar pada 16-21 Juli 2019 di Istora, Senayan, Jakarta. Di sektor ganda putra, tentunya harapan tertumpu pada pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon yang kini masih kokoh di peringkat satu dunia.

Capaian terakhir di Australian Open 2019 yang ditorehkan sektor tunggal putra dan sektor ganda campuran membuat Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI juga menaruh harapan besar.

"Kalau bicara target, peluangnya memang di ganda putra. Tapi kalau bicara progres, tunggal putra sudah mulai ada, walau di beberapa pertandingan masih belum konsisten, tapi saya rasa tunggal putra bisa diandalkan," ungkap Susy dua hari lalu di Pelatnas Cipayung

Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting menunjukkan grafik penampilan yang meningkat. Jonatan mendapat gelar juara di turnamen New Zealand Open 2019 dan Australia Open 2019. Sedangkan Anthony menjadi runner up di Singapore Open 2019 dan Australia Open 2019.

Sementara itu, dua andalan di sektor ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, diharapkan mampu tampil lebih baik, apalagi dengan dukungan penonton di negeri sendiri. Kedua pasangan ganda campuran ini merupakan dua kekuatan di sektor binaan kepala pelatih Richard Mainaky saat ini.

Praveen/Melati merupakan runner up India Open 2019, New Zealand Open 2019 dan Australia Open 2019. Sedangkan Hafiz/Gloria meraih gelar juara di Thailand Open 2018 dan runner up di German Open 2019.

"Kans-nya ada, ganda campuran tetap ada kans kok. Walau Praveen/Melati masih belum nembus gelar juara, mudah-mudahan dengan jadi tuan rumah, mereka jadi lebih pede, lebih semangat, lebih mau membuktikan," tutur Susy, mengutip di laman resmi PBSI.

"Praveen/Melati, kalau lawan Zheng/Huang juga ditakuti. Lawan Yuta/Arisa nggak pernah kalah. Praveen/Melati ini punya kelebihan, nah kelebihannya ini yang harus digunakan, jangan cuma fokus ke kelemahan yang membuat jadi nggak yakin, ragu-ragu," sebut Susy.

"Semoga semua wakil ganda campuran bisa termotivasi, sebetulnya mereka bisa. Untuk Hafiz/Gloria, power-nya harus ditambah lagi," beber Susy.

Tak mengesampingkan sektor ganda putri dan tunggal putri, Susy masih memiliki keyakinan kalau kedua sektor ini berpotensi untuk membuat kejutan dengan mengalahkan lawan yang lebih diunggulkan.

"Di Australia Open lalu, Greysia/Apriyani bisa balas kekalahan dari Mayu/Wakana, kekalahan di Piala Sudirman lalu dibalas tuntas. Memang kekuatan dan ketahanan mereka harus ditambah lagi. Untuk tunggal putri, memang sektor yang paling ketinggalan, kami akui itu. Namun kami terus mengupayakan berbagai cara untuk bisa mendongkrak prestasi tunggal putri," ungkap Susy. (*)

Berita Berita Lainnya