Berita > Artikel > Sportainment

Jojo, Antara Fans dan Sosial Media

Selasa, 18 Juni 2019 08:57:56
4671 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Jonatan Christie

  • Jonatan Christie & Jae Hade

''In-do-ne-sia, In-do-ne-sia!'' Sesekali sorak penonton riuh menggema pada ajang All Indonesian Final Tunggal Putra pada Australia Terbuka 2019, pekan lalu di Quaycentre, Sydney, Australia.

Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting sukses melaju ke final. Laga kedua tunggal putra andalan Merah Putih ini benar-benar menyajikan pertarungan yang sangat menarik dan memukau. Keduanya menunjukkan ini loh tunggal putra Indonesia dalam laga berdurasi 1 jam 7 menit.

Jojo akhirnya berhasil keluar sebagai ''Sang Pemenang'' usai laga tiga game dengan skor 21-17, 13-21 dan 21-14. Keduanya naik ke podium juara. Namun Jojo, tak sendirian mengangkat Piala. Jojo mengajak Ginting untuk mengangkat piala bersama. Baginya, bukan dirinya saja Sang Pemenang, tapi Ginting kompatriotnya adalah juga Sang Pemenang. Penonton yang ada di Quaycentre pun memberi aplus yang simpatik kepada dua tunggal putra Indonesia ini.

Para penggemar bulutangkis asal Indonesia di Sydney tak sedikit. Mereka sabar menunggu di luar Gedung Quaycentre tak menghiraukan cuaca Sydney yang dingin. Di dalam pertandingan final ganda campuran masih berlangsung. Waktu telah menunjukkan pukul 06.14 sore, hari sudah gelap. Hawa dingin dengan temperatur sekitar 14°C disertai angin dingin cukup membuat jari jemari tangan terasa camping di lemari es.

Tapi para penggemar yang menunggu Jonatan dan Anthony tidak bergeming. Setia menunggu dan menunggu.

Akhirnya, pukul 07.00an malam, Jojo terlihat keluar Gedung Quaycentre. Tak ayal Jojo langsung dikerubungi penggemar bulutangkis dan meminta swafoto bersama. Aku juga sabar menunggu hingga semua fans Jojo memuaskan diri mengerubuti Jojo. Berswafoto dan meminta tandatangan. Usai semuanya, aku pun berksempatan obrol-obrol dengan Jojo menemaninya pulang ke hotel.

Seingatku, ini laga All Indonesian Final keempat di ajang Australia Open. Ketiga laga lainnya terjadi antara sesama para pemain ganda putra Indonesia. Pertama kali di tahun 2013, Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan bertemu Angga Pratama/ Rian Agung Saputro. Kemudian di tahun 2016, Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo berhadapan dengan Angga Pratama/ Ricky Karanda Auwardi. Lalu di tahun 2018, Berry Angriawan/ Hardianto dan Wahyu Nayaka/ Ade Yusuf berhasil menciptakan All Indonesian Final.

Bagi penggemar bulutangkis Indonesia di Sydney juga di Tanah Air tentunya, laga All Indonesian Final pasti membuat hati berbunga-bunga. Ada rasa kebanggaan tersendiri berhasil menorehkan Indonesia Juara. Begitu juga saat Jonatan mengajak Ginting mengankat piala bersama, ini suasana yang begitu membanggakan.

Berjalan melewati pepohonan di Sydney Olympic Park, Jojo menuturkan bagaimana ia melewati masa-masa saat meraih emas Asian Games 2018.

''Usai Asia Games 2018 memang tentunya banyak lawan yang ingin mengalahkannya, juga ekspetasi masyarakat Indonesia terhadap saya jadi lebih. Bagi saya juara itu menjadi lebih bertanggung jawab lagi untuk membayar kepercacayaan,'' ujar Jojo.

Sementara untuk latihan Jojo mengungkapkan bahwa latihan berjalan seperti biasa untuk menghadapi setiap turnamen.

''Memang untuk latihan menghadapi Asian Games 2018 lalu berbeda ya, tapi untuk menghadapi seperti super series atau grand prix kita latihan normal aja. Paling dua hari sebelum keberangkatan, biasanya kita sudah sedikit cooling down biar sampe di kota tujuan tidak terlalu capek ototnya,'' ujar Jojo.

Di era media sosial yang marak ini, peran fans ternyata berpengaruh juga di dalam perjalanan karir apalagi saat menghadapi sesuatu pertandingan. Saat dirinya tampil di final lalu bertemu Ginting, Jojo melihat ada fans Indonesia yang terlalu fanatik membela atlet kesayangannya sehingga terkesan saling menjatuhkan.

''Kita sesama penggemar Indonesia, sebaiknya janganlah membandingin satu sama lain. Seperti saya lihat di sosial media ada tim Jojo, ada tim Ginting. Sebaiknya fans Indonesia bersatu, janganlah memecah belah. Bohonglah jika kita tidak membaca sosial media,'' ujar Jojo.

Jojo berharap sesama fans Indonesia saling menjaga, tidak saling menyerang, dan saling memberi semangat demi Indonesia.

''Di Youtube saya juga minta ke fans saya, jika ada yang menjelekin saya, saya minta untuk tidak membalas. Fans Indonesia harus bersatu,'' harap Jojo.

Itulah harapan Jojo agar seluruh pecinta bulutangkis, bersatu hati selalu setia mendukung penuh seluruh pemain Indonesia dimanapun mereka bertarung sehingga terjadi lagi All Indonesian Final atau Indonesia Juara. (Jae Hade)

Berita Sportainment Lainnya