Berita > Berita

BIO 2019 Tantangan Menuju Olimpiade Tokyo

Kamis, 27 Juni 2019 12:19:37
2744 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Perhitungan poin Olimpiade Tokyo 2020 telah dimulai sejak ajang New Zealand Open 2019. Para pebulutangkis dunia akan dunia akan berburu poin untuk bisa mendapatkan tiket pada pesta olahraga terbesar di dunia yang digelar setiap empat tahun sekali. Dan Blibli Indonesia Open 2019 menjadi salah satu ajang yang sudah pasti tidak akan dilewatkan, apalagi turnamen berhadiah total USD 1,250,000 ini merupakan seri HSBC BWF World Tour Super 1000 yang memiliki poin tinggi.

Hal ini pun disadari Wiranto, selaku
Ketua Umum PP PBSI, bahwa Blibli Indonesia Open 2019 menjadi salah satu tantangan bagi para pebulutangkis dunia. Selain ada kewajiban turun berlaga bagi pebulutangkis 10 peringkat teratas, perburun poin olimpiade akan menjadi daya tarik turnamen ini bagi pebulutangkis dunia.

"Untuk penyelenggaraan, Indonesia dikenal sebagai tuan rumah yang baik. Selalu dapat acungan jempol atau pujian, seperti di Asian Games. Begitu juga Indonesia Open, banyak dapat pujian, well organized, para atlet asing pun sangat senang main di Indonesia karena penontonnya antusias dan fair, tepuk tangan untuk yang (main) bagus, bukan cuma pemain Indonesia," kata Wiranto dalam sambutannya di acara konferensi pers Blibli Indonesia Open 2019 di hotel Ritz Carlton, Jakarta, (Rabu, 26/6).

"Ada kemajuan prestasi atlet bulutangkis Indonesia dalam event dunia, tapi belum menjamin kita mampu untuk terus menjuarai event-event dunia, seperti di Piala Sudirman 2019, belum membawa piala ke Indonesia, tapi kami menuju ke sana," tambah Wiranto.

"Event ini jadi tantangan, uji coba dan menentukan untuk olimpiade 2020. Di event ini bisa kelihatan, pemain mana yang akan diperhitungkan, kita mendoakan atlet-atlet kita dapat berprestasi terbaik," tutur Wiranto.

Sementara itu, Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, mengungkapkan bahwa tim Indonesia tengah menjalani latihan persiapan jelang BIO. Panjangnya jarak waktu antara BIO dan turnamen sebelumnya (Australia Open 2019), membuat pemain top level bisa memiliki waktu persiapan yang cukup.

"Persiapan cukup baik, ada waktu sebulan untuk persiapan. Kondisi atlet pun baik, kami berharap di BIO, para atlet bisa tampil maksimal, karena memang ini salah satu target kami, selain poinnya tinggi, BIO sudah masuk hitungan ke olimpiade," ucap Susy.

Ditambahkan Susy bahwa PBSI menargetkan satu gelar juara, peluang terbesar memang ada di nomor ganda putra lewat pasangan rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon). Ia berharap bisa mengulang sukses tahun lalu dimana Indonesia bisa merebut dua gelar juara dari ganda putra (Kevin/Marcus) dan ganda campuran (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir).

Tahun ini, nomor andalan tak hanya ganda putra, tetapi juga ganda campuran dan tunggal putra. Susy pun berharap ganda putri dan tunggal putri bisa membuat kejutan dan mendapat hasil yang lebih baik dari tahun lalu. (*)

Berita Berita Lainnya