Berita > Berita

Eng Hian Beri Kesempatan Tiga Ganda Putri Rebut Tiket Olimpiade 2020

Kamis, 04 Juli 2019 05:34:50
3188 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Perebutan poin tiket Olimpiade Tokyo 2020 telah dimulai sejak New Zealand Open 2019. Hingga saat ini sektor ganda putri hanya pasangan Greysia Polii/ Apriyani Rahayu yang memiliki peringkat dunia tertinggi, mereka berada di peringkat 5 dunia. Peluang terbesar tentunya ada di dalam genggaman Greysia/Apriyani.

Namun Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian tidak hanya memberikan kesempatan ke Olimpiade Tokyo hanya kepada Greysia/Apriyani saja. Dua pasangan ganda putri Indonesia lainnya, Rizki Amelia Pradipta/ Della Destiara Haris dan Ni Ketut Mahadewi Istarani/ Tania Oktaviani Kusumah, juga diberikan kesempatan bersaing merebut tiket pada pesta olahraga terakbar di dunia yang dihelat empat tahun sekali tersebut.

Tiap negara hanya dapat mengirim maksimal dua pasangan ganda jika pasangan tersebut duduk di peringkat delapan besar dunia.
Menyusul Greysia/Apriyani yang memiliki peringkat dunia tertinggi, Rizki/Della di peringkat 17 dunia. Sementara Ketut/Tania belum memiliki peringkat karena baru saja dipasangkan.

"Untuk tiket kedua ke olimpiade, saya berikan kesempatan untuk Rizki/Della dan Ketut/Tania," ungkap Eng, mengutip di laman resmi PBSI.

Sebelumnya, Rizki sempat dipasangkan dengan Ketut, sedangkan Della dengan Tania. Namun berdasarkan hasil evaluasi, Eng akhirnya memutuskan Rizki kembali lagi berpasangan dengan Della, dan Ketut menggandeng Tania, pemain yang lebih muda.

"Kalau menilai dari hasil evaluasi, penampilan Rizki/Ketut tidak ada yang kurang dan tidak ada yang lebih dibanding Rizki/Della. Lihat dari bongkar pasang, setelah Della dicoba dengan Tania dan Virni, secara non teknis dan chemistrynya nggak dapet. Kalau Ketut, feel-nya lebih dapet, lebih bisa bawa pemain junior," ucap Eng.

Walau Ketut/Tania baru dipasangkan, Eng menuturkan bahwa duet ini tetap akan diberikan kesempatan untuk bersaing dengan Rizki/Della maupun Greysia/Apriyani dalam perjalanan menuju olimpiade.

"Saya sudah komunikasikan dengan binpres (bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI), agar Ketut/Tania diberikan turnamen yang mereka bisa ikuti, kalau (peringkatnya) masuk, ya kami ikutkan," kata Eng di Pelatnas Cipayung.

Namun nama Ketut/Tania tak ada dalam daftar peserta Blibli Indonesia Open 2019 (BIO). Ketut/Tania akan bertanding di Rusia Open 2019 Super 100 yang jadwalnya bersamaan dengan BIO.

"Ketut/Tania lebih berpeluang dapat gelar di Rusia Open, saya harap mereka dapat pedenya, feel-nya dan poinnya bertambah. Sebetulnya dengan kualitas mereka, kalau ikut Indonesia Open dan misalnya kalah di babak awal, mereka nggak akan kalah mudah, tapi saya rasa untuk psikologis mereka yang baru dipasangkan akan lebih baik untuk ikut di Rusia Open dulu," ujar Eng.

Lebih jauh diungkapkan Eng bahwa dirinya dan tim PBSI harus bisa memilih-milih level turnamen mana yang sebaiknya diikuti para atlet. Tak hanya mengejar poin di turnamen level tinggi, tetapi dilihat pula peluang si atlet untuk meraih gelar, dengan catatan, mereka pun juga harus dapat memenuhi target poin yang ingin dicapai jika ingin mengamankan tempat di olimpiade. (*)

Berita Berita Lainnya