Berita > Berita > Klub

Mabar Magelang, Mabar PB Djarum Paling Antusias

Kamis, 04 Juli 2019 06:55:53
2474 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Tak terasa Main Bareng (Mabar) bulutangkis member www.pbdjarum.org yang berlangsung di Magelang merupakan yang ke 15 kalinya. Mabar yang digelar di GOR Djarum Magelang pada hari Sabtu (29 Juni 2019) lalu boleh dibilang Mabar Nasional pasalnya diikuti penggemar bulutangkis dari berbagai kota di Tanah Air.

Meriahnya Mabar begitu terasa. Mabar bulutangkis kali ini diikuti oleh sebanyak 160 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Mereka datang dari Bandung, Cilegon, Depok, Bekasi, Bogor, Tangerang, Jakarta, Blitar, Cirebon, Surabaya, Semarang, Brebes, Kendal, Pemalang, Batang, Karanganyar, Sukoharjo, Solo, Sragen, Boyolali, Kudus, Wonosobo, Kebumen, Temanggung, Magelang, Yogyakarta, dan Bengkalis Riau.

Mabar merupakan kopi darat bagi para pecinta bulutangkis yang seringkali bertemu dengan sesama member di dunia maya. Melalui kegiatan Mabar ini, diharapkan makin meningkatkan kualitas dan silaturahmi antar sesama pecinta bulutangkis di Indonesia.

“Mabar PB Djarum merupakan salah satu kegiatan yang sangat diminati oleh para pecinta bulutangkis di Indonesia. Selain untuk media silaturahmi juga sebagai ajang untuk berekspresi yaitu saling berdiskusi dan bertanding unjuk kebisaan bertepok-bulu,” ujar Hendri Kustian, koordinator Mabar nasional.

Lebih jauh disebutkan Hendri, mengutip di laman pbdjarum.org, bahwa Mabar di Magelang ini adalah yang paling antusias dari Mabar sebelumnya dari segi animo peserta. Kota-kota yang pernah menjadi ajang Mabar Pbdjarum.org yakni, Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Kudus, Cirebon, Yogyakarta, Tasikmalaya, Purwokerto, Bandar Lampung dan Tegal.

Hingga saat kini anggota komunitas ini telah mencapai lebih dari 30.000 member. Acara main bareng di Magelang kali ini diisi dengan pertandingan antar sesama mereka, coaching clinic oleh pelatih nasional Indonesia, pertandingan eksibisi dan diakhiri dengan makan malam bersama dengan menu khas Magelang.

Tak hanya diramaikan para penggemar mabar saja, tapi mabar di Magelang juga dihadiri pelatih pelatnas nasional seperti Herry Iman Pierngadi dan Rionny Mainaky yang memberikan coaching clinic.

PB Djarum yang banyak menelorkan atlet-atlet bulutangkis legenda juga menghadirkan bintang-bintangnya seperti Shesar Hiren Rhustavito, Ihsan Maulana Mustofa, Berry Angriawan dan Akbar Bintang Cahyono yang kini menjadi skuat Pelatnas Cipayung. Tak hanya melakukan pertandingan eksibisi, para member pbdjarum.org yang ikut mabar berkesempatan maen bareng dengan para atlet PB Djarum untuk merasakan atmosfir laga bulutangkis yang sesungguhnya.

Herry IP dan Riony Berbagi Tips Bermain Ganda
Kehadiran Herry IP dan Rionny Mainaky tentunya menjadi salah satu daya tarik bagi para peserta mabar. Kesempatan menimba ilmu bermain bulutangkis pun tak mau disia-siakan. Kesempatan bertanya pun mengalir deras dari para peserta mabar, khususnya seputar bermain ganda.

Kesempatan pun tak ingin disia-siakan, satu hal menarik saat Ahmad Lutfi Fauzi, peserta asal Bandung ini menanyakan tips bagaimana caranya agar bisa meningkatkan permainan, jika saat tertinggal poin di pertengahan pertandingan. Herry IP yang berpengalaman mendidik atlet-atlet ganda putra pun memberikan kiat-kiatnya.

“Sangat puas sekali dengan jawaban koh Herry tadi. Sekarang saya jadi tahu, jadi ketika sedang tertinggal pada saat pertengahan pertandingan/interval, yang harus dilakukan itu pertama dari pelatihnya yang harus bisa memberikan motivasi dan semangat. Kedua, pelatih tersebut harus pandai melihat apa yang menjadi kekurangan atletnya, dan apa yang menjadi kelebihan lawan atletnya itu. Dengan begitu, si atlet bakal tahu apa yang harus dia lakukan agar bisa mengejar ketertinggalan,“ ungkap Lutfi membeberkan kiat-kiat yang dibeberkan Herry IP.

Tak hanya Lutfi, beberapa peserta lainnya pun yang berebut mengajukan pertanyaan untuk kedua pelatih pelatnas itu, seperti bagaimana cara melakukan dan menerima servis di ganda putra, cara smash yang keras, dan juga rotasi dalam bermain ganda putra, hampir seluruhnya puas dengan jawaban para pelatih itu.

Serunya Jalu/Junot Berlaga Lawan Berry/Akbar
Pengalaman menarik lain yang ditunggu-tunggu peserta mabar adalah kesempatan bermain dengan atlet PB Djarum. Peserta mabar bisa merasakan pengalaman bertanding melawan Ihsan dan Shesar. Begitu juga dengan Berry/Akbar berkesempatan menjajal laga dengan Jalu Permono/Junot yang merupakan pemain pilihan terbaik di Mabar ke-15.

Melawan bintang mungkin membuat Jalu/Junot di awalny terlihat tidak bisa lepas. Namun dipertengahan laga mereka mulai bisa bermain lepas dan memberikan perlawanan pada Berry/Akbar, meski akhirnya harus mengakui keunggulan Berry/Akbar.

"Beruntung banget bisa dapat kesempatan melawan pemain Pelatnas, dan tambah pengalaman bagi saya," ungkap Junot, peserta asal Wonosobo, usai laga melawan Berry/Akbar.

"Tentunya dapat ilmu dan teknik juga dari mereka, meskipun saya tahu mereka gak serius mainnya, tapi kerasa banget bedanya melawan pemain Pelatnas dan pemain sekelas kami," tambah Junot.

"Ada perbedaan ya, seperti tekanan bola Berry/Akbar kerasa banget, dan juga ketenangannya lebih matang," sahut Jalu.

Meet & Greet Yang Meriah
Satu hal berkesan yang dirasakan peserta mabar yang hadir di GOR Djarum Magelang adalah Meet & Greet juara Djarum Superliga Badminton 2019. Kesempatan tak hanya bagi peserta mabar, tapi juga dirasakan oleh ratusan publik Magelang yang datang ke GOR PB Djarum.

Hadirnya keempat atlet Pelatnas asal PB Djarum yaitu Ihsan, Shesar, Berry dan Akbar ternyata sangat dinantikan sekali oleh para penggemarnya. Bahkan tak sedikit dari mereka yang datang secara langsung dari jauh demi bertemu langsung dengan idolanya tersebut.

Seperti Dian Permarasari. Gadis berusia 18 tahun itu mengaku datang jauh dari Malang demi bertatap langsung dengan sang idola, Ihsan. Jarak cukup jauh dan harus menempuh waktu perjalanan darat lebih dari tujuh jam, tak menyurutkan semangatnya agar bisa mewujudkan mimpinya berjumpa Ihsan secara langsung.

"Ini pertama kalinya saya ketemu langsung dengan Ihsan. Rasanya senang sekali, karena saya sudah sejak lama mengidolakan Ihsan. Walaupun cukup jauh, tapi tak masalah bagi saya," ujar Dian.

"Senang aja ngeliat dia main di lapangan selalu semangat, terus juga melihat kehidupan sehari-harinya di luar lapangan sepertinya dia orangnya sayang sama keluarga, dan taat beragama," jelas Dian yang juga membawa hadiah untuk Ihsan.

Tentunnya tak hannya Ihsan saja, Shesar, Berry, dan Akbar pun banyak diserbu oleh para penggemarnya. Mereka secara bergantian memanfaatkan sesi tanya jawab di Meet & Greet, serta secara bergantian memanfaatkan foto bersama.

Tak terasa ajang mabar yang berlangsung seharian ini pun dirasakan begitu singkat. Padahal mabar dimulai sejak pagi pukul 09.00 sampai malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

See You Next Mabar PB Djarum. (*)

Berita Klub Lainnya