Berita > Berita

Perempat Final, Jonatan Hadapi Chou Tien Chen

Kamis, 18 Juli 2019 21:00:09
1090 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Kandasnya Anthony Sinisuka Ginting, Indonesia akhirnya menaruh asa pada Jonatan Christie di sektor tunggal putra. Jonatan sukses merebut tiket perempat final Blibli Indonesia Open 2019 pada laga babak dua hari ini (Kamis, 18/7) di Istora Senayan, Jakarta.

Selanjutnya pada babak delapan besar, Jonatan akan berhadapan dengan tunggal putra andalan Taiwan, Chou Tien Chen. Ini akan merupakan laga kedelapan kalinya bagi keduanya. Enam kemenangan telah dibukukan Jonatan atas Chou. Terakhir bertemu di ajang Australia Open 2019, peraih medali emas Asian Games 2018 ini mengalahkan Chou dengan rubber game 22-20, 13-21 dan 21-16.

“Pastinya pertandingan besok tidak akan mudah. Mungkin saya harus lebih siap saja karena tuan rumah, semoga saja lawan ada beban tersendiri. Mudah-mudahan juga saya bisa dapat dukungan penuh lagi dari suporter Indonesia,” ungkap Jonatan usai pertandingan saat jumpa pers dengan media.

“Intinya siapa yang lebih siap di pertandingan nanti dia yang akan menjadi pemenang. Selain itu, siapa yang bisa membaca pola permainan itu, akan menjadi penentu poin-poin keritis nantinya,” ujar Jonatan.

Kemenangan Jojo, demikian sapaan akrab Jonatan, diraih atas wakil Denmark, Hans-Kristian Solberg Vittinghus. Jojo hanya butuh dua game untuk mengalahkan Vittinghus dengan skor 22-20 dan 21-13 dalam laga berdurasi 42 menit.

Diakui Jojo bahwa dirinya tidak menyangka bisa mengalahkan Vittinghus hanya dalam pertarungan dua game saja.

“Hasil pertandingan hari ini agak tidak menyangka juga. Memang kalau saya lihat, dia sedikit bermain di bawah tekanan karena beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang sebetulnya juga sama dengan saya,” ungkap Jojo.

Berhasil merebut kemenangan di game pertama, Jojo merasa lebih percaya diri dan tampil lebih tenang di game kedua.

“Saya bermain lebih rileks dan tenang di game kedua. Hans mencoba bermain lebih menekan, tapi beberapa kali dia banyak mati sendiri,” ujarnya.

Meski menang, tunggal putra peringkat tujuh dunia ini tetap memetik pelajaran untuk bahan evaluasi agar kedepannya bisa tampil lebih baik lagi.

“Ya, sebagai catatan selanjutnya, kalau sudah memimpin, jangan berpikir untuk buru-buru mau menyelesaikan pertandingan, karena feedbacknya jadi bumerang buat saya. Seperti mati-mati sendiri dan tak sabar. Itu harus dihindari,” tutur Jojo. (*)

Berita Berita Lainnya