Berita > Berita

Masih Suka Blank, Fitriani Terhenti

Jumat, 02 Agustus 2019 17:12:17
2756 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Hasil tak menggembirakan dituai Fitriani sore ini (Jumat, 2/8) di Bangkok, Thailand. Usai bermain rubber game menghadapi andalan Jepang, Sayaka Takahashi, tunggal putri andalan Indonesia, Fitriani, harus tersingkir di babak perempat final.

Laga tiga game selama 55 menit dengan skor 20-22, 21-15 dan 14-21, dialami Fitriani pada laga yang berlangsung di Huamark Indoor Stadium.

Fitriani menyayangkan dirinya yang tak mampu menjaga fokus pertandingan, padahal di game pertama dirinya sempat unggul 11-8, dan berlanjut 15-12, hingga match poin 20-17. Fitriani tak berhasil menahan laju Sayaka, dua poin berikutnya diraihnya untuk memenangkan game pertama.

''Di game pertama saya sempat unggul terus, tapi banyak mati-mati sendiri dan akhirnya kecolongan. Di game kedua saya mengubah kecepatan dan kontrol serangan, jadi olah-olah pukulan dulu, kalau ada kesempatan langsung serang,'' ungkap Fitriani usai pertandingan mengutip wawancara jurnalis PBSI.

Belajar dari kekalahan di game pertama, Fitriani berhasil merebut game kedua untuk menciptakan rubber game. Game ketiga pertandingan berjalan ketat, walau perebutan poin Sayaka lebih unggul. Namun Fitriani mampu menjaga jarak, 8-11 saat jeda.

Usai jeda game ketiga, Fitriani berhasil menahan laju Sayaka dengan merebut tiga poin beruntun 11-11. Sayangnya langkah Fitriani berhasil dikunci Sayaka. Fitriani hanya mampu merebut lima poin saat Sayaka menutup game untuk melangkah ke babak empat besar.

''Di game ketiga mainnya jorok banget, saya tidak bisa kontrol arah angin yang berubah-ubah, padahal di game pertama saya bisa mengatasi. Serangan-serangan lawan cukup tajam, bola pengembalian saya banyak yang tanggung, jadi kena serang terus sama lawan,'' ujar Fitriani menilai permainannya.

''Pukulannya tajam dan karena dia kidal, kalau nggak lewati dia pukulannya, nggak kelihatan arah pukulannya, tapi kalau bisa atasi, pukulannya nggak setajam itu,'' tambah Fitriani.

Kegagalan ini, berlanjut dari Blibli Indonesia Open 2019, Japan Open 2019 hingga Thailand Open 2019,.dinilai Fitriani bahwa dirinya masih suka blank, yang merugikan dirinya.

''Evaluasi di tiga pertandingan ini,.saya sudah pegang pola main saya, tapi masih suka cepat blank, fokus hilang tiba-tiba, kurang tenang, kurang sabar, dari diri sendiri suka kesal, belum bisa kontrol emosi di lapangan,'' ujar Fitriani.

Kegagalan Fitriani ke babak empat besar, memastikan Indonesia kehilangan kesempatan sektor tunggal putri untuk menorehkan hasil manis di turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 500 berhadiah total USD 350,000. (*)

Berita Berita Lainnya