Berita > Berita

Fajar/Rian Mentalnya Harus Diperbaiki

Rabu, 07 Agustus 2019 22:04:02
2561 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Penampilan pasangan Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto kini tengah menurun. Capaian peraih medali perak Asian Games 2018 pada tiga turnamen terakhir hingga Toyota Thailand Open 2019, benar-benar tidak menggembirakan.

Akhir pekan lalu di Bangkok, Thailand, Fajar/Rian terhenti di babak dua dari ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/ Chirag Shetty, dengan skor 17-21 dan 19-21.

Sebelumnya, pada kejuaraan Daihatsu Yonex Japan Open 2019, Fajar/Rian terhenti di babak dua dari Ko Sung Hyun/ Shin Baek Cheol dengan skor 21-11, 12-21 dan 18-21. Lalu di ajang Blibli Indonesia Open 2019, Fajar/Rian dikalahkan ganda Jepang, Takuro Hoki/ Yugo Kobayashi di babak perempat final, dengan skor 19-21 dan 12-12.

Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, menuturkan bahwa permasalahan Fajar/Rian lebih mengarah ke ranah non-teknis.

"Fajar/Rian mentalnya harus diperbaiki, motivasi, mentalnya, istilahnya mentalnya harus dirombak total," kata Herry yang ditemui di Huamark Indoor Stadium, Bangkok, Thailand.

"Kalau soal beban persaingan menuju olimpiade, harusnya mereka nggak beban dong, kan mereka masih muda. Cara berpikirnya harus diubah, motivasinya ditambah," jelas Herry, mengutip di laman resmi PBSI.

Saat ini Fajar/Rian yang ada di rangking tujuh dunia, tengah mengejar tiket Olimpiade Tokyo 2020. Indonesia hanya bisa mengirimkan maksimal dua pasangan ke olimpiade, jika wakil tersebut ada di peringkat delapan besar dunia.

Sedangkan saat ini sudah ada dua ganda putra yang peringkatnya lebih tinggi yaitu Kevin/Marcus di peringkat pertama dan Hendra/Ahsan di peringkat keempat dunia, saat Thailand Open 2019 berlangsung.

Sementara itu, dua wakil ganda putra Indonesia juga harus terhenti di babak pertama Thailand Open 2019. Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/ Ade Yusuf Santoso dikalahkan ganda Thailand, Lee Yang/Wang Chi-Lin dengan skor 18-21 dan 19-21.

"Wahyu/Ade sudah meningkat performance-nya sudah ada kemajuan dibanding sebelumnya. Cuma memang mereka masih butuh kesabaran, ketenangan. Kadang kalau lagi di permainan, ambil keputusan pola mainnya suka masih salah," ujar Herry.

"Kalau Berry/Hardi, dalam tiga turnamen ini nggak menampilkan performa terbaik, underperform sekali," lanjut Herry.

Penampilan Berry/Hardianto di tiga turnamen beruntun memang mengkhawatirkan. Pada kejuaraan Thailand Open 2019, Berry/Hardi dikalahkan ganda Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong di babak pertama, dengan skor 11-21 dan 10-21.

Di Japan Open 2019, Berry/Hardianto juga tersingkir di babak pertama dari ganda Thailand, Bodin Issara/ Maneepong Jongjit, dengan skor 21-17, 19-21 dan 13-21. Sedangkan di babak pertama Blibli Indonesia Open 2019, Berry/Hardianto ditundukkan Choi Solgyu/Seo Seung Jae dari Korea Selatan, dengan skor 21-17, 11-21 dan 20-22. (*)

Berita Berita Lainnya