Berita > Berita > Klub

PB Djarum Pamit, Tahun Ini Terakhir Audisi Umum

Minggu, 08 September 2019 11:00:14
2475 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Tak putus-putus sejak tahun 2006, Bakti Olahraga Djarum Foundation rutin dan berkesinambungan mencari calon bintang bulutangkis masa depan, lewat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis. Namun, mulai tahun 2020 mendatang, pencarian bakat atlet muda bertalenta di berbagai penjuru negeri, resmi ditiadakan, dan tahun 2019 ini menjadi terakhir kalinya.

Hal tersebut dinyatakan oleh Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, dalam acara jumpa pers, Sabtu siang (7/9) di Hotel Aston, Purwokerto. Kota Purwokerto merupakan kota kedua setelah Bandung di bulan Juli menjadi ajang pencarian bakat-bakat muda bulutangkis Indonesia di masa depan.

Pelaksanaan Audisi Umum di Purwokerto akan diselenggarakan mulai hari ini (Minggu, 8/9) hingga haris Selasa (10/9) mendatang di GOR Satria, Purwokerto.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Karena dari pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kita menurunkannya. Kedua, kaos yang dibagikan kepada ana-anak tidak akan kami bagikan lagi seperti sebelumnya, dan mereka akan memakai kaos asal klubnya masing-masing, dan itu sudah lebih dari cukup. Kita sudah memutuskannya, tidak ada deal-dealan lagi, diterima atau tidak, kita sudah memutuskan seperti itu," ungkap Yoppy, seperti kami kutip di situs remi PB Djarum.

"Kemudian pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," jelas Yoppy.

Hal ini terjadi akibat polemik yang berkepanjangan sejak beberapa waktu lalu, dimana PB Djarum dituduh melanggar oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai adanya unsur eksploitasi anak, dan mendesak Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

"Kita sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PB Djarum itu bukan produk tembakau, dan tahun lalu pun kita dapat penghargaan sebagai Institusi Olahraga of the Year dari Menpora. Itu bukti nyata kita bukan produk rokok," ujar Yoppy.

Meskipun lebih banyak pihak yang mendukung PB Djarum untuk terus melakukan penjaringan atlet potensial lewat audisi umum, namun Yoppy tetap menegaskan jika tahun in merupakan terakhir kalinya.

"Banyak yang mendukung kita seperti dari para legend, dan PP PBSI. Tetapi sementara akan dihentikan dulu tahun depan, dan kami akan diskusi di dalam mengenai format kedepannya seperti apa," tegas Yoppy.

"Tetapi bulutangkis harus tetap semangat, PB Djarum akan berada di garda terdepan untuk pembibitan-pembibitan usia dini dengan segala upaya. Tetapi audisi sementara dihentikan dulu. Jadi nanti kalau ada yang nangis, saya minta maaf," tutur Yoppy.

Meski begitu, audisi umum tahun 2019 ini pun dinyatakan akan terus dilakukan hingga final di Kudus bulan November mendatang. Sebelum final di Kudus, ada 2 kota lagi akan disinggahi para legenda untuk mencari bakat-bakat bulutangkis muda di Tanah Air. Kota Surabaya pada 20-22 Oktober 2019, dan Solo Raya pada 27-29 Oktober 2019.

"Ya dipastikan tahun ini akan jalan terus hingga final dengan segala resikonya, karena tahun ini kami sudah janji kepada semua peserta," tutup Yoppy. (*)

Berita Klub Lainnya