Berita > Artikel

Petisi Audisi, Dukung PB Djarum Lanjutkan Audisi Umum Di 2020

Senin, 09 September 2019 10:53:57
2148 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Keputusan PB Djarum untuk menghentikan kegiatan Audisi Umum di tahun 2020, mengundang simpati Amailia Hasnawati. Amailia tergerak hatinya membuat petisi di laman Change.org.

Sebelumnya, Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, dalam acara jumpa pers Audisi Umum 2019 di Purwokerto, Sabtu (7/9) menyampaikan penghentian kegiatan Audisi Umum di Tahun 2020. Disebutkan Yoppy, mengutip di laman resmi PB Djarum bahwa mulai tahun 2020 mendatang, pencarian bakat atlet muda bertalenta di berbagai penjuru negeri, resmi ditiadakan, dan tahun 2019 ini menjadi terakhir kalinya.

"Kemudian pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," jelas Yoppy.

Hal ini terjadi akibat polemik yang berkepanjangan sejak beberapa waktu lalu, dimana PB Djarum dituduh melanggar oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai adanya unsur eksploitasi anak, dan mendesak Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

"Kita sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PB Djarum itu bukan produk tembakau, dan tahun lalu pun kita dapat penghargaan sebagai Institusi Olahraga of the Year dari Menpora. Itu bukti nyata kita bukan produk rokok," ujar Yoppy.

Polemik, ini menggerakkan hati Amalia untuk menggalang petisi agar PB Djarum melanjutkan Audisi Umum di 2020.

Lewat laman Change.org yang biasa dijadikan laman penggalangan petisi, Amalia Hasniawati, membuat petisi kepada PBSI, PB Djarum, atlet bulutangkis, pecinta bulutangkis, dan klub bulutangkis. Adapun petisinya adalah, ''Mendukung PB Djarum lanjutkan audisi umum di 2020, Tolak putusan KPAI & Lentera Anak''.

Adapun bunyi petisi Amailia Hasnawati seperti di bawah ini,
''Melalui program pendidikan bulutangkis yang matang, serius, dan profesional, dedikasi PB Djarum terhadap olahraga Bulutangkis tidak pantas diragukan oleh siapapun.

Sejak berdirinya di tahun 1969, PB Djarum telah terbukti melahirkan atlet-atlet bulutangkis profesional tingkat dunia yang telah mengharumkan nama Indonesia. Liem Swie King, Alan Budi Kusuma, Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukomuljo, Liliyana Natsir adalah diantara para atlet asuhan PB Djarum.

Tuduhan bahwa PB Djarum telah melakukan eksploitasi terhadap anak dan memperkenalkan rokok sedari dini pada anak di bawah umur, merupakan tuduhan yang liar dan tak berdasar. Tidak ada bukti yang menunjukkan hal-hal tersebut.

Bulutangkis sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia, baik di kalangan orang tua, remaja, bahkan anak-anak. Terbukti, audisi umum PB Djarum kerap diikuti ribuan anak berbagai umur yang ingin mengejar cita-cita menjadi atlet bulutangkis profesional seperti para idola mereka.

Menghentikan audisi umum PB Djarum sama saja menghentikan langkah para penerus bangsa untuk meraih mimpi mereka. Mimpi untuk menjadi atlet bulutangkis profesional yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.''

Hingga saat ini, saat artikel ini ditulis, terlihat sudah ada 3.412 orang yang menandatangani petisi.

Memperhatikan laman yang ada, beberapa alasan menandatangani petisi terlihat sebagai berikut,
Feriyanto Eka Putra, ''PB djarum sudah terbukti nyata melahirkan atlet2 badminton terbaik di dunia dari Indonesia''
Gunawan Sunyoto, ''Untuk anak2 negeri, PB Jarum harus ada, terbukti prestasi selama puluhan tahun, tidak ada bukti tuduhan kpai, bahwa PB jarum mengekplotasi anak''
Tjoeng Kimkim, ''Kompetisi Djarum sangat berjasa untuk pembibitan sejak usia muda untuk calon atlit-atlit bulutangkis Indonesia'' (*)

Berita Artikel Lainnya