Berita > Artikel

Berharap Ginting Mengulang Sukses Tahun Lalu

Rabu, 18 September 2019 01:38:13
3383 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Rasanya masih seperti kemarin saat Anthony Sinisuka Ginting berhasil naik ke podium juara di ajang China Open 2018. Langkah Ginting menaiki podium juara turnamen seri BWF World Tour Super 1000 pertamanya, begitu dramatis.

Menuju podium juara, Ginting mengalahkan para pemain terbaik dunia, empat diantaranya adalah juara dunia. Mereka adalah Lin Dan (China), Viktor Axelsen (Denmark), Chen Long (China), Chou Tien Chen (Taiwan) dan Kento Momota (Jepang).

Sukses Ginting ini belum terulang lagi di level super 1000. Penampilannya sempat menurun sejak akhir tahun lalu. Meskipun sempat bangkit dan menapaki final di Singapore Open 2019 dan Australia Open 2019, namun ia masih belum bisa menelurkan gelar.

Sebagai juara bertahan, tentunya bukan hal mudah bagi Ginting untuk mempertahankan gelar yang sudah diraihnya. Apalagi menuju Olimpiade Tokyo 2020, persaingan di setiap nomor semakin ketat.

"Anthony harus betul-betul harus lebih ekstra fokus. Hal-hal seperti pengaturan strategi, persiapan yang lebih detil, mungkin hal-hal yang kita tahu lah kadang ada hal di luar lapangan yang mempengaruhi, dia harus bisa lebih profesional lagi. Sudah saatnya juga, lawan yang dihadapi pun bukan baru sekali-dua kali, sudah sering ketemu," ujar Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

Di babak pertama China Open 2019, Ginting akan bertemu dengan Kenta Nishimoto dari Jepang. Skor pertemuan sementara sama kuat 2-2 untuk kedua pemain. Pada pertemuan terakhir di Singapore Open 2019, Ginting menang straight game atas Nishimoto dengan skor 21-10 dan 21-16.

"Anthony harus lebih siap di lapangan, sudah saatnya mengemban tanggungjawab dan bisa mencapai target untuk bisa memudahkan di olimpiade. Ada tanggungjawab yang besar yang harus diemban. Kalau sebelumnya nggak apa-apa, ya sekarang harus apa-apa, karena mikirnya panjang. Jangan sampai rangkingnya turun, nanti terlempar (rangkingnya), harus waspada pada diri sendiri, dan waspada dengan lawan," ujar Susy, mengutip di laman resmi PBSI.

Sementara itu, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra mengatakan, bahwa Ginting harus tetap bermain di polanya saat berhadapan dengan Nishimoto.

"Harus main di pola dia, harus fokus, karena bukan cuma dia yang bermain tapi juga pikirannya bermain. Dia harus bisa mengatur itu. Anthony juga tidak boleh sering-sering 'buang bola', jangan melakukan kesalahan sendiri," kata Hendry yang ditemui di Olympic Sports Center Gymnasium. (*)

Berita Artikel Lainnya