Berita > Artikel > Sportainment

Apresiasi Candra Wijaya Kepada Bambang dan Ivana

Kamis, 19 September 2019 07:22:50
5855 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Tradisi pemberian apresiasi kepada tokoh yang peduli dan mengangkat prestasi bulutangkis Indonesia, tak pernah tertinggal dilakukan Candra Wijaya. Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 ini melanjutkan kiprahnya mencari bakat-bakat bulutangkis bertalenta lewat Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC).

Kali ini pun, Candra melakukan hal yang sama saat menyelenggarakan kejuaraan bulutangkis bertajuk “10th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2019” Presented by Candra Wijaya.

Ada dua sosok yang terpilih tahun ini, yang dirasa layak oleh panpel kejuaraan khusus ganda tersebut untuk mendapatkan apresiasi. Sosok pertama, Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai penerima Penghargaan Pembina Terbaik 2019. Sementara sosok kedua adalah Ivana Lie, mantan pebulutangkis nasional menerima Penghargaan Ganda Legenda 2019.

"Pak Bambang adalah tokoh yang terus mendukung pembinaan di klub kami. Dedikasi, totalitasnya untuk ikut membina dan membesarkan klub Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Centre begitu besar. Berkat jasa Pak Bambang pula, CWIBC akhirnya bisa mendapatkan sponsor Daihatsu hingga tahun 2030," ujar Candra Wijaya, inisiator kejuaraan khusus ganda.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara secara sederhana yang berlangsung di Hall Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC), Jalan Jelupang Raya No. 15, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (18/9) malam.

Sebagai pembina CWIBC, betapa besar totalitas dan loyalitas Bambang demi membesarkan Daihatsu CWIBC. Tokoh yang satu ini tiada henti mendukung dan mengapresiasi seluruh kegiatan pembinaan klub. Bambang pun sangat paham bagaimana berat perjuangan, sepak terjang, dan jatuh bangunnya Candra Wijaya untuk membawa klub hingga bernama Daihatsu CWIBC.

"Terima kasih atas pemberian penghargaan ini dari Candra Wijaya. Padahal saya bukan pengurus PBSI. Saya berkecimpung di bulutangkis ini karena hobi. Saya bisa memberikan kontribusi ke klub ini hanya mengandalkan jejaring yang saya miliki," kata Bambang.

Sementara Ivana layak mendapatkan Penghargaan Ganda Legenda Terbaik 2019 karena sebagai pemain, dia memiliki prestasi mengilap, baik di ganda putri, ganda campuran, dan tunggal putri. Prestasinya di ganda campuran bisa disebut seperti merebut emas Asian Games 1982 bersama Christian Hadinata. Masih bersama Christian, pada 1983 Ivana meraih gelar juara Indonesia Terbuka dan SEA Games 1983 di Singapura.

Masih bareng Christian, Ivana tetap bersinar. Pada 1984, Ivana menjadi kampiun Indonesia Terbuka, juara Piala Dunia Alba 1985 di Jakarta, dan juara PON XI/1985 di Jakarta. Terakhir, juga berjaya pada AS Terbuka 1988.

Saat bertarung di sektor ganda putri, Ivana bersama Verawaty pada tahun 1986 menyabet tiga titel jawara Indonesia Terbuka, China Terbuka, dan Chinese Taipei. Setahun berikutnya, saat gantian berduet dengan Rosiana Tendean, dia menjuarai Indonesia Terbuka 1987.

"Apa yang saya lakukan sejak dulu hanya sebagai hobi dan tidak mengharapkan diberi penghargaan. Saya berjuang hanya untuk mengharumkan Indonesia. Dan kini saya mengucapkan terima kasih karena perjuangan saya dulu diberi penghargaan oleh Candra Wijaya. Penghargaan ini tentu menjadi penambah semangat bagi saya untuk berbuat terbaik dalam segala bidang kehidupan," ujar Ivana Lie, wanita kelahiran Bandung, 7 Maret 1960 ini. (*)

Berita Sportainment Lainnya