Berita > Artikel > Sportainment

Solibad Rayakan Ulang Tahun Ke-10

Jumat, 13 Desember 2019 06:39:28
2132 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



10 tahun! Tiada terasa, aksi yang dimaksudkan sebagai proyek amal kecil bersama beberapa teman bulutangkis telah berkembang menjadi kesukaan besar dan terkenal di seluruh dunia. Tampak di beberapa kawasan belahan dunia, di baju para pemain profesional dan rekreasi, yang memperlihatkan aksi-aksi yang berdampak kepada banyak anak di seluruh dunia.

“Kami sama sekali tidak tahu bahwa ini akan begitu berdampak seperti itu di dunia bulutangkis ketika kami pertama kali meluncurkan Yayasan ini,” kata Pi Hongyan, mantan dunia #2 dan Duta Besar Utama Solibad, yang merupakan bagian dari proyek dari tahap awal bersama dengan reporter foto Prancis Raphael Sachetat dengan bergandengan tangan bersama teman-teman lain.
Dalam 10 tahun, donasi yang terkumpul mencapai lebih dari US$ 300,000, atau setara € 275,000. Donasi ini pun tersalurkan kepada lebih dari 4.000 anak yang menikmatinya. Ada sejumlah 2.000 raket dan 600 pasang sepatu dikumpulkan dari Prancis kebanyakan. Semua yang didapat untuk mendukung digunakan pada program bulutangkis Solibad, yang banyak dilakukan di Brasil, Indonesia dan Haiti. Beberapa anak yang menerima donasi ini, banyak yang belum pernah melihat raket sebelumnya, atau juga tidak pernah memakai sepatu untuk berolahraga. Dan bagi anak-anak tersebut, bulutangkis menjadi sarana untuk melepaskan diri dari kondisi kehidupan yang sangat sulit.

“Banyak hal telah terjadi dalam 10 tahun ini. Ada kebahagiaan yang luar biasa, ada juga yang hal-hal yang sangat menyedihkan, tetapi inilah kehidupan. Kami bangga bahwa kami dapat membuat perubahan kecil pada kehidupan mereka yang tidak dilahirkan seberuntung kebanyakan dari kita,” kata Raphael Sachetat.

“Tetapi satu hal yang kami sangat banggakan, adalah selama bertahun-tahun ini, kami menjaga agar biaya kegiatan aksi ini bisa sekecil mungkin. Apalagi, ini didukung oleh penjualan butik atau mitra kami, yang berarti bahwa kami dapat mengatakan bahwa 100% dari uang yang kami kumpulkan untuk donasi selama bertahun-tahun telah digunakan untuk menjalankan kegiatan-kegiatan sosial. Dan juga, bahkan setelah 10 tahun, kami masih mempertahankan pendekatan sederhana yang sama untuk setiap kegiatan baru yang kami investasikan. Tentunya kami mendengarkan masukan-masukan dari pihak setempat dan yayasan yang kami bantu karena merekalah yang lebih memahami problem mereka dibanding kami. Peran kami tetap memberikan bantuan sederhana untuk membuat mereka berkelanjutan sendiri,” ungkap Sachetat.

22 program, 16 negara di seluruh dunia

Dalam 10 tahun, ada 22 program yang telah dijalankan bagi anak-anak dari 16 negara berbeda, di berbagai belahan dunia. Beberapa program benar-benar berkaitan dengan olahraga bulutangkis. Dan sebagian juga, diluar kegiatan bulutangkis. Bahkan jika raket dan kok pun masih dibawa ke lokasi yang akan dibantu, bulutangkis hanya menjadi kegiatan yang setidaknya sebagai hiburan mengingat lingkungan mereka yang begitu sulit.

Beberapa program yang dijalankan benar-benar berbeda, seperti membiayai pendidikan remaja yang dilanda AIDS di Uganda - atau membantu biaya pembuata sumur untuk desa - hingga membiayai kegiatan sehari-hari di tempat penampungan bagi perempuan muda yang menjadi korban perdagangan manusia di Laos, atau baru-baru ini membantu sebuah perpustakaan di India.

Namun, di Brasil dan Indonesia, program bulutangkis sangat berhasil - beberapa anak muda di kedua negara ini bisa menjadi juara di turnamen lokal mereka, di antaranya beberapa dibesarkan di lingkungan terburuk dan bulutangkis telah memberi kehidupan rasa baru.

Sejarah Solibad juga tak terlepas dari kisah 1.000 sukarelawan dari seluruh dunia hidup bersama. Ada Solibad Flashmobs telah membuat aksi yang memukau dengan lebih dari 100 kota di seluruh dunia berpartisipasi dalam koreografi bulutangkis raksasa beberapa tahun yang lalu. Beberapa seniman seperti Louie Cage Percussion dari Austria mengaransemen lagu Solibad yang dirilis awal tahun 2019. Beberapa petualang gila telah melakukan perjalanan di seluruh dunia menggunakan warna Solibad - Geraldine Yam bersepeda dari Singapura ke Istambul, Clémentine Julien dan teman-temannya berkeliling Dunia, Maxime François sendirian dengan sepedanya melakukan "Tour de France" sendiri untuk mengunjungi klub bulutangkis. Beberapa pesta besar juga, perayaan, pertemuan.

Salah satu hal penting dalam 10 tahun terakhir ini adalah tiga edisi "One Nights with Stars", di mana orang-orang seperti Peter Gade, Park Joo Bong, Presiden BWF sendiri Poul-Eric Hoyer, Pi Hongyan, Matthias Boe, Lee Yong Dae dan banyak bintang lainnya berpartisipasi dalam acara-acara luar biasa, di Jenewa, Swiss terlebih dahulu dan baru-baru ini di Orléans, Prancis.

Duta Besar Solibad terkemuka telah menjadi kunci keberhasilan Solibad dan banyak dari mereka yang begitu murah hati dengan waktu, uang, atau dedikasi mereka untuk mempromosikan karya Solibad. Lee Yong Dae, Tai Tzu Ying, Carolina Marin, Huang Yaqiong, Sung Ji Hyun, Greysia Polii adalah di antara banyak atlet yang menyumbang secara teratur - beberapa telah memilih untuk berpartisipasi dalam "1% untuk Kampanye Solibad" di mana mereka menyumbang 1% dari uang hadiah mereka. Peter Gade bahkan telah melelang medali Emas Kejuaraan Eropa untuk Solibad! Banyak orang lain memberikan baju dan raket mereka untuk dilelang untuk mendapatkan dana. Beberapa bahkan berpose dalam pakaian seksi untuk salah satu kalender Solibad beberapa waktu lalu.

“Ada terlalu banyak hal untuk diingat - begitu banyak momen gila. Tetapi kami tentu berharap ini hanya permulaan saja. Dan kita akan terus melakukan yang terbaik, melakukan hal-hal dengan serius tanpa menganggap diri kita serius sebagaimana moto kita katakan,” jelas Raphael Sachetat. (pr)

Berita Sportainment Lainnya