Berita > Berita

Endo/Watanabe “PR” The Minions

Senin, 16 Desember 2019 12:08:02
3225 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Satu gelar dari ajang HSBC BWF World Tour Finals 2019 berhasil diraih dari sektor ganda putra lewat pasangan Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan. Hasil ini memenuhi target yang dipatok kepada dua ganda putra andalan Indonesia (Hendra/Ahsan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon).

Gelar juara dipetik Hendra/Ahsan, pasangan yang dijuluki The Daddies ini usai mengalahkan wakil Jepang, Hiroyuki Endo/ Yuta Watanabe pada laga final di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, China, Minggu (15/12), dua game langsung 24-22 dan 21-19.

Herry Iman Pierngadi, selaku Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, pun lantas mengapresiasi pencapaian yang sukses ditorehkan The Daddies.

“Sebagai pelatih saya bangga melihat mereka bisa berhasil di kerjuaraan akhir tahun ini. Boleh dibilang ini jadi kado natal yang manis lah buat saya,” kata Herry, mengutip di laman resmi PBSI.

“Pastinya sangat gembira Hendra/Ahsan bisa meraih gelar di kejuaraan ini, apalagi yang turun di turnamen ini kan delapan pasangan terbaik dunia. Dan di satu sisi saya surprise juga mereka bisa menang dengan straight game. Padahal saya kira tadi akan rubber,” lanjutnya menambahkan.

Di sisi lain, Herry IP mengaku belum puas walau target juara bisa diraih sektor ganda putra. Pelatih yang hobby memelihara burung ini mengaku masih ada yang kurang dengan hasil yang dicapai pasangan nomor satu dunia, Kevin/Marcus yang dinilainya masih belum tampil maksimal pada kejuaraan kali ini. The Minions harus tersingkir di babak semifinal setelah menelan kekelahan 11-21, 21-15 dan 10-21 dari Endo/Watanabe.

“Penampilan Kevin/Marcus di turnamen ini saya bilang kurang maksimal. Karena seharusnya tidak seperti itu hasilnya. Biasanya kan mereka lebih agresif, lebih semangat dan lebih smart. Tapi sayangnya di babak semifinal kemarin, permainan mereka nggak keluar,” ungkap Herry.

“Dengan dua kali kekalahan dari Endo/Watanabe di turnamen ini menurut saya penampilan Kevin/Marcus masih belum yang terbaik. Artinya mereka masih ada kelemahannya yang harus segera diperbaiki. Jadi kedepannya harus dikurangi kelemahan-kelemahannya dan itu jadi PR khusus buat saya sebagai pelatih mereka supaya bisa lebih baik lagi,” sambung Herry menjelaskan.

Untuk sementara, lanjut Herry, ia akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Kevin/Marcus terkait kendala apa yang mereka rasakan di lapangan saat berhadapan dengan Endo/Watanabe.

“Evaluasi untuk Kevin/Marcus, khususnya untuk menghadapi Endo/Watanabe ini memang harus betul-betul didiskusikan bersama. Kami harus sama-sama cari solusi terbaiknya, baik dari pola maupun strategi yang tepat untuk melawan mereka. Karena memang sedikit berbeda cara bermain Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan,” tuturnya.

“Hendra/Ahsan memang penempatan bolanya lebih efisien, akurasinya juga cukup baik dan kualitasnya juga mumpuni. Karena memang mereka kan pemain senior. Ya semoga saja PR ini bisa cepat diselesaikan,” pungkas Herry. (*)

Berita Berita Lainnya