Berita > Berita

Gregoria: “Mungkin saya terlalu mikirin hasil”

Sabtu, 25 Januari 2020 06:23:09
2197 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, tak berhasil melangkah ke babak semifinal Princess Sirivannavari Thailand Masters 2020. Andalan Jepang, Akane Yamaguchi, lagi-lagi jadi penghalang langkah Gregoria.

Melakoni laga di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Thailand, Jumat (24/1), Gregoria kembali harus mengakui ketangguhan Yamaguchi, dalam laga dua game langsung 23-25 dan 14-21.

Kekalahan kali ini membuat rekor Gregoria semakin tertinggal. Ini merupakan kekalahan kelima kalinya dari Yamaguchi. Gregoria baru bisa mengamankan satu kemenangan saat pertama kali bertemu di ajang Asian Games 2018 di Jakarta.

Memulai game pertama, Gregoria dan Yamaguchi beradu ketat di lapangan. Gregoria kemudian membuka peluang dengan unggul 10-8 dan 15-11. Namun Yamaguchi kembali menyusul dan berebut poin satu demi satu dari Gregoria.

Keduanya sempat terlibat empat kali setting point. Sayang akhirnya kemenangan game pertama tak bisa dikantongi Gregoria. Ia kalah 23-25.

“Game pertama saya coba kena-kenain bola dia aja. Sama saya main lebih sabar. Tapi di beberapa poin saya kurang fokus menahan diri. Kaya beberapa kali bola sudah enak, saya pengen cepat-cepat matiin. Padahal untuk lawan pemain ulet kaya dia, nggak mungkin bola sekali serang langsung jebol. Kecuali bolanya sudah mentah banget. Tapi tadi saya beberapa kali malah maksain dan spekulasi. Jadi banyak posisi yang nggak pas,” jelas Gregoria ditemui di Indoor Stadium Huamark.

Masuk ke game berikutnya, Gregoria rupanya tak bisa tampil lebih baik dari sebelumnya. Sempat unggul di awal dengan 4-1, namun akhirnya Gregoria harus menerima kekalahan 14-21 di game keduanya.

“Game kedua saya kurang lepas dan leluasa, karena kepikiran game pertama yang kalah. Mentalnya kurang kuat untuk keluar dari tekanan,” ujar Gregoria, mengutip laman resmi PBSI.

“Mungkin saya terlalu mikirin hasil. Karena game pertama kalah, jadi game kedua harus lebih maksa. Tapi jadinya kurang lepas dan maksa di lapangan. Jadinya semua bola yang harusnya gampang, malah out. Kontrol juga kurang akurat jadinya,” sambung atlet jebolan klub Mutiara Cardinal Bandung ini. (*)

Berita Berita Lainnya