Berita > Berita

Putri Jepang Memang Lebih Unggul

Jumat, 14 Februari 2020 18:06:39
1692 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Langkah perjuangan tim putri Indonesia berakhir sudah di ajang Badminton Asia Team Championships 2020. Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan dikalahkan tim putri Jepang di babak perempat final dengan skor 0-3, hari ini (14/2) di Manila, Filipina.

Gregoria yang turun di partai pertama sebagai ujung tombak tak berhasil merebut kemenangan saat menghadapi lawannya yang menjadi andalan Jepang, Akane Yamaguchi. Bertarung sengit dalam dua pertemuan terakhir di Indonesia Masters 2020 dan Thailand Masters 2020, kali ini di Rizal Memorial Coliseum, Gregoria takluk dengan skor 9-21 dan 15-21.

Sektor ganda putri yang menjadi andalan, juga masih belum bisa mengatasi perlawanan wakil Negeri Matahari Terbit. Greysia Polii/ Apriyani Rahayu dikalahkan Yuki Fukushima/ Sayaka Hirota dengan skor 19-21 dan 15-21.

Ruselli Hartawan yang tercatat belum pernah menang dari Sayaka Takahashi dalam tiga pertemuan terakhir, masih belum bisa memetik kemenangan. Ruselli ditundukkan Takahashi dengan skor 13-21 dan 14-21.

''Kami prihatin dengan kekalahan ini, tapi memang secara peringkat dan kelas, jujur kami akui kami masih di bawah Jepang. Tapi kami juga menghargai perjuangan para atlet kami yang sudah berjuang mati-matian. Kami harus terima ini, mudah-mudahan ini menjadi bekal untuk mereka, berlatih lebih keras lagi, ke depan supaya bisa tampil lebih baik,'' kata Achmad Budiharto, Chef de Mission tim Indonesia di BATC 2020.

Budiharto juga menegaskan bahwa tim Indonesia mempertimbangkan berbagai hal dalam kebijakan penurunan pemain selama BATC 2020. Tak cuma hasil di BATC yang berpengaruh pada target ke putaran final Piala Thomas dan Uber 2020, tetapi juga target poin olimpiade yang menjadi prioritas utama.

''Kami ke sini kan ada dua misi, yang pertama kami mau membawa tim untuk lolos ke putaran final Piala Thomas dan Uber 2020. Kedua, kami ingin memberikan kesempatan untuk dapat tambahan poin dan mematangkan persiapan mereka ke olimpiade. Jadi memang ada beberapa pertimbangan dalam penurunan pemain,'' lanjut Budiharto yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI.

''Kami masih menunggu hasil dari Badmiton Asia Confederation (BAC) apakah kami lolos ke putaran final. Hasil perhitungan rangking lengkapnya bisa dilihat setelah BATC selesai,'' tutur Budiharto, mengutip di laman resmi PBSI. (*)

Berita Berita Lainnya