Berita > Berita

Raih Hat-Trick, Susy Puji Tim Putra

Minggu, 16 Februari 2020 22:05:43
3901 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Pujian kepada tim putra Indonesia diberikan Susy Susanti, manajer tim Indonesia, atas sukses meraih gelar hat-trick di ajang Badminton Asia Team Championships 2020. Sebelumnya gelar yang sama diraih tim putra pada tahun 2016 di Hyderabad, India dan di Alor Setar, Malaysia, pada tahun 2018.

Indonesia naik podium juara setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1 hari ini (Minggu, 16/2) di Manila, Filipina. Tiga poin kemenangan Indonesia atas Malaysia hari ini dipersembahkan Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/ Fajar Alfian. Satu poin yang terlepas di partai ketiga manakala Jonatan Christie harus menuai kekalahan.

''Luar biasa, hari ini semua lebih siap dibanding kemarin di semifinal. Hari ini lebih yakin karena di SEA Games 2019 kan menang juga dari Malaysia. Saya lihat pelatih dan pemain keyakinannya lebih besar. Perjuangan mereka luar biasa, sudah menunjukkan yang terbaik,'' kata Susy, mengutip di laman resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

''Jonatan sudah berusaha, tapi di akhir dia kurang beruntung. Seharusnya kami bisa menang 3-0. Untuk Ahsan/Fajar kenapa dipasangkan, karena kami mempertimbangkan kondisi terakhir atlet dan head to head dengan lawan, makanya diputuskan Ahsan/Fajar yang paling siap,'' tutur Susy.

Jika melihat catatan rekor pertemuan, Hendra Setiawam/ Mohammad Ahsan yang merupakan ganda kedua Indonesia, pernah dikalahkan ganda kedua Malaysia, Ong Yew Sin/ Teo Ee Yi di Thailand Open 2019 dengan skor 18-21, 21-16 dan 21-23.

''Di ganda ini sebetulnya mau diubah-ubah juga kami yakin, karena kami punya benteng yang kuat di ganda. Untuk tim tunggal harus lebih mempersiapkan diri lagi, masih belum konsisten. Anthony tampil baik, tapi Jonatan dan Shesar masih belum stabil,'' ungkap Susy.

Susy menuturkan hal-hal yang perlu ditingkatkan lagi adalah penerapan strategi, kecerdikan saat bermain, antisipasi perubahan pola main lawan serta keberanian dan keyakinan dalam menghadapi poin-poin kritis. (*)

Berita Berita Lainnya