Berita > Berita

Skuat Tunggal Putra Dalam Catatan Hendry

Jumat, 13 Maret 2020 12:08:26
1174 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Langkah empat tunggal putra Indonesia pada ajang All England Open 2020 dinilai tak menggembirakan. Selain Shesar Hiren Rhustavito yang terhenti di babak dua, tiga lainnya Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto, harus tersingkir di babak satu.

Catatan ini diberikan Hendry Saputra, pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, khususnya menilai penampilan tiga anak didiknya selain Tommy, yang kini berkarir secara profesional di luar Pelatnas. Disebutkan Hendry bahwa hasil ini diluar harapan, apalagi untuk Anthony dan Jonatan yang sebelumnya diharapkan bisa melangkah lebih jauh lagi.

“Untuk Ginting, saya lihat dia merubah mainnya dari rally control jadi menyerang, karena mau cepat-cepat mematikan lawan. Sehingga banyak melakukan kesalahan dan mati sendiri. Itu diulang sampai sama poinnya. Selanjutnya dia hilang fokus dan kepercayaan diri. Bukan karena Ginting jelek mainnya, tapi dari perubahan cara mainnya yang salah. Jadinya rugi,” jelas Hendry, mengutip di laman resmi PBSI.

Di laga pembuka, Anthony langsung kalah dari wakil Denmark, Rasmus Gemke dengan skor 14-21, 18-21. Sebelumnya, Jonatan juga telah kalah dari wakil Malaysia, Lee Zii Jia dua game langsung 15-21 dan 13-21.

“Evaluasi untuk Jonatan dan Ginting, ini di luar harapan saya. Pulang nanti mesti dilatih fokus dalam menerapkan strategi dan pukulannya, untuk bisa tepat penggunaannya. Di samping mental dan pikirannya yang saya lihat masih ragu-ragu mainnya. Mungkin terbeban harus menang hingga tidak fokus dengan apa yang harus dilakukan,” kata Hendry lagi.

Sementara untuk Shesar, meski kalah, Hendry mengakui peningkatan performa dari anak didiknya tersebut. Hanya saja masih perlu untuk terus diasah, terutama soal kesabaran di lapangan dan kekuatan fisiknya.

Shesar terhenti di babak dua, juga dari Gemke, dengan laga yang cukup panjang selama 77 menit. Shesar berhasil merebut game pertamanya, namun akhirnya kalah setelah bermain rubber game, dengan skor akhir 21-18, 13-21 dan 19-21.

“Untuk Vito, dia kurang sabar dan merubah mainnya waktu poinnya unggul. Sehingga banyak melakukan error sendiri. Tapi saya lihat sudah bagus mainnya. Tinggal harus ditingkatkan lagi kekuatan kakinya dan fisiknya, untuk bisa main dalam durasi yang cukup panjang,” tutup Hendry. (*)

Berita Berita Lainnya