Berita > Berita

Olimpiade Ditunda, Program Ganda Putra Juga Disesuaikan

Kamis, 02 April 2020 05:51:20
3916 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Banyaknya turnamen yang dibatalkan ataupun ditunda akibat pandemi virus Corona (Covid-19) membuat program olahraga harus disesuaikan juga. Yang paling akhir, kabar dari International Olympic Committee (IOC) dimana mereka juga menunda penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020, yang merupakan event olahraga terakbar menjadi 23 Juli - 8 Agustus 2021.

Event olahraga yang dinanti-nanti para atlet dunia empat tahun sekali ini seharusnya akan dilangsungkan pada 24 Juli - 9 Agustus 2020. Perubahan jadwal event ini pun, program kerja PBSI dalam menghadapi turnamen-turnamen untuk para atletnya pun mengalami perubahan. Termasuk tim ganda putra Indonesia yang dipimpin oleh Herry Iman Pierngadi, selaku Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI.

Skuat ganda putra Indonesia boleh dibilang saat ini mendominasi peringkat ganda putra elit dunia. Ada tiga wakil yang berada di peringkat sepuluh besar dunia. Dua peringkat dunia tertinggi ditempati Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon, disusul Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan. Sedangkan Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto ada di peringkat keenam.

''Kalau dilihat dari performa, memang dua ganda putra kita khususnya Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan sedang di peak performance. Mereka ada di rangking satu dan dua dunia dan ini sangat menguntungkan untuk pengundian di olimpiade,'' kata Herry, seperti kami lansir di laman resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

''Akan ada susunan program baru, khususnya untuk Hendra/Ahsan yang sudah senior, semakin bertambah usia kan stamina semakin menurun, ini yang harus dijaga. Program khusus ada, tapi sekarang belum bisa dibicarakan karena masih terkendala libur karena wabah Corona,'' jelas Herry.

Dengan banyaknya turnamen yang ditunda akibat pandemi Corona ini, Herry pun menybutkan bahwa program menuju olimpiade yang telah ia rencanakan harus disesuaikan lagi dengan situasi dan kondisi saat ini.

''Memang sudah disiapkan untuk peak-nya di bulan Juli ini, tapi keadaannya seperti ini. Saya rasa (keputusan olimpiade ditunda) kan demi kebaikan bersama,'' ujar Herry.

Melihat penundaan kalender olimpiade, ada waktu sekitar 16 bulan lagi, ini akan dimanfaatkan Herry untuk mengevaluasi performa tim ganda putra. Khususnya pasca
kegagalan skuat ganda putra Indonesia menyambet gelar dari turnamen All England Open 2020, yang merupakan turnamen bulutangkis tertua dunia.

Pada ajang All England Open 2020 yang berlangsung di Birmingham, Inggris ini, boleh dibilang membuat pe-er Herry atas anak asuhnya semakin menumpuk. Pasangan The Minions, julukan Kevin/Marcus, gagal merebut gelar ketiga mereka (setelah 2017 dan 2018) usai kekalahan dari ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/ Yuta Watanabe di partai final. Bagi Kevin/Marcus, ganda peringkat satu dunia, ini merupakan kekalahan beruntun yang keenam kalinya dari Endo/Watanabe yang menempati peringkat lima dunia.

Tak hanya itu, Endo/Watanabe, juga memupuskan harapan Hendra/Ahsan, ganda putra peringkat dua dunia, untuk mempertahankan gelar di All England 2020.

''Namanya di pertandingan, banyak faktor yang menentukan seorang pemain bisa jadi juara. Tim kami harus latihan lagi, banyak evaluasi, memang kemarin kalah tapi harus dilihat bagaimana kalahnya, proses ini yang lebih penting untuk pembelajaran,'' kata Herry.

''Selain cari celah kelemahan lawan, kita juga cari cara untuk perbaiki apa yang jadi kelemahan kita. Tapi kita juga jangan terlalu fokus ke satu lawan saja, masih banyak lawan yang lain yang juga harus diwaspadai,'' lanjutnya.

All England 2020 pada Maret lalu menjadi turnamen terakhir yang diikuti para pebulutangkis elit, sebelum menjalani absen panjang tanpa turnamen hingga akhir Mei 2020. Turnamen Blibli Indonesia Open 2020 yang awalnya akan dilangsungkan bulan Juni 2020 sedang diupayakan PBSI kepada BWF (Badminton World Federation) untuk diundur hingga September 2020. (*)

Berita Berita Lainnya