Berita > Berita

Pelatih Fisik Himbau Atlet Tetap Latihan Fisik Ringan

Selasa, 07 April 2020 12:31:59
2991 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Selama masa social distancing, atau menjaga jarak, para atlet Pelatnas Cipayung tetap dituntut untuk menjaga kondisi tubuh mereka, walau jadwal latihan belum normal. Para atlet tetap menjalani program latihan fisik ringan.

Program latihan dari para pelatih fisik tiap sektor setiap harinya diterima para atlet. Program tiap atlet berbeda dengan atlet lainnya, tergantung dengan kondisi dan kebutuhan si atlet tersebut. Demikian disebutkan Felix Ary Bayu Marta, Pelatih Fisik PBSI, mengutip di laman resmi PBSI, Badmintonindonesia.org

Adapun program latihan fisik mencakup latihan endurance (ketahanan), speed (kecepatan), strength (kekuatan), koordinasi gerak dan sebagainya.

''Sekarang di pelatnas ada sesi lari, latihan sepeda dan bodyweight. Program latihannya sama, tidak ditambah dengan berkurangnya porsi latihan teknik, karena imbauannya tidak boleh terlalu capek,'' kata Felix.

''Intensitas justru yang coba dinaikan, durasi atau volume latihan yang dikurangi,'' lanjut Felix.

Seperti dipaparkan Felix bahwa program latihan fisik tim pelatnas berbeda-beda setiap harinya. Jika hari Senin, latihan berpusat pada peningkatan endurance seperti jogging selama 45 menit. Kemudian Selasa, Kamis dan Sabtu biasanya ada latihan gerakan dasar menggunakan bodyweight, core, koordinasi gerak serta strength training. Sedangkan hari Rabu dan Jumat para atlet melahap latihan kecepatan dan daya tahan.

Latihan-latihan ini tentunya disesuaikan dengan para atletnya, mereka yang perlu meningkatkan endurance atau speed, biasanya melahap porsi latihan yang telah diatur oleh sang pelatih. Para pelatih fisik juga terus berkoordinasi dengan pelatih teknik untuk mengevaluasi performa atlet selama di lapangan.

Menurunnya intensitas latihan pasti membawa pengaruh bagi kondisi fisik atlet. Hal ini akan diikuti dengan menurunnya VO2 Max mereka. VO2 max adalah volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh saat melakukan kegiatan intensif.

VO2 max merupakan parameter kebugaran seorang atlet yang nantinya mempengaruhi tingkat intensitas dan ketahanan si atlet dalam berlari dalam waktu tertentu dan kecepatan tertentu.

''VO2 max akan turun itu pasti, tapi bagaimana kita jaga supaya turunnya tidak signifikan,'' ujar Felix.

Sebagai pelatih fisik, Felix berpesan kepada para atlet agar tetap disiplin menjaga kondisi fisik mereka selama masa seperti ini.

''Mereka harus punya kesadaran, profesi mereka itu adalah atlet, jadi harus ada tanggungjawabnya,'' tutup Felix. (*)

Berita Berita Lainnya