Berita > Berita

Ajang Piala Thomas dan Uber 2020 Juga Masih Tanda Tanya

Rabu, 15 April 2020 13:16:43
3555 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Situasi pandemi Corona (Covid-19) yang menimpa hampir di semua belahan dunia berdampak kepada seluruh aktivitas kehidupan sehari-hari. Dunia olahraga termasuk cabang bulutangkis juga merasakan dampaknya. Berbagai turnamen bulutangkis harus ditunda, bahkan mengalami pembatalan, demi menjaga keselamatan atlet, official dan seluruh masyarakat yang menontonnya.

Begitu juga dengan nasib ajang bergengsi dua tahunan Piala Thomas dan Uber 2020 yang sesuau jadwal akan digelar di kota Aarhus, Denmark, pada Agustus mendatang, juga menjadi pertanyaan bagi komunitas bulutangkis dunia. Mengingat pemerintah Denmark telah mengumumkan larangan kegiatan keramaian berskala besar hingga akhir Agustus 2020 demi menekan angka penyebaran Covid-19.

Hingga saat ini Badminton World Federation (BWF) dan Asosiasi Bulutangkis Denmark tengah mencari klarifikasi dari otoritas terkait mengenai definisi keramaian skala besar dan bagaimana dampaknya pada penyelenggaraan Piala Thomas dan Uber 2020 yang telah dijadwalkan ulang dari 16-24 Mei 2020, menjadi 15-23 Agustus 2020.

''Kami harus bisa memaklumi apapun keputusan BWF, karena kalau memang harus dilakukan penundaan lagi, semua pasti karena menyesuaikan dengan kondisi di dunia. Keselamatan menjadi yang paling penting saat ini,'' kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, mengutip di laman resmi PBSI.

Ada beberapa skenario yang dapat dipertimbangkan, namun aspek kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan atlet, ofisial dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan perebutan trofi paling bergengsi ini merupakan prioritas utama.

BWF, Badminton Denmark, panitia penyelenggara, Sport Event Denmark serta pemerintah daerah Aarhus akan terus mengupayakan solusi terbaik dan mengumumkan hasil keputusan tersebut.

''Untuk menuju event besar itu banyak aspek yang mesti dipersiapkan. Atlet kalau mau tanding di turnamen besar juga nggak gampang, tahapan persiapan yang dilalui cukup panjang,'' ujar Budiharto.

''Dari segi kepanitiaan pun begitu, persiapan Piala Thomas dan Uber pasti butuh waktu yang tidak sebentar. Jadi memang sangat gegabah kalau event sebesar Piala Thomas Uber tetap dipaksakan tanpa persiapan yang cukup hanya mengikuti jadwal yang ada,'' lanjut Budiharto.

BWF juga mengungkapkan bahwa hal ini juga membawa pengaruh pada penyelenggaraan dua event penting BWF yaitu AGM (Annual General Meeting) 2020 serta BWF Member's Forum yang rencananya akan dihelat di sela Piala Thomas dan Uber 2020.

AGM dijadwalkan pada 15-23 Agustus 2020, sedangkan BWF Member's Forum pada 20 Agustus 2020.

AGM merupakan otoritas tertinggi di BWF, pertemuan ini biasanya dilangsungkan setiap tahun pada bulan Mei. Pertemuan ini membahas berbagai hal fundamental dalam induk bulutangkis dunia tersebut, diantaranya adalah perencanaan strategis dan anggaran di federasi serta pembahasan peraturan dalam bulutangkis.

Sedangkan BWF Member's Forum merupakan pertemuan BWF dengan para negara-negara anggota BWF yang bertujuan untuk membawa bulutangkis ke jenjang yang lebih tinggi. Misalnya peningkatan siaran bulutangkis di seluruh dunia, program bulutangkis Shuttle Time, peningkatan jumlah prize money bagi atlet, dan lain sebagainya. (*)

Berita Berita Lainnya