Berita > Berita

KRALL Brand Clothing Rian Ardianto

Kamis, 16 April 2020 07:31:12
3728 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Tak hanya berkarir sebagai atlet bulutangkis, para pebulutangkis Pelatnas Cipayung pun memiliki passion lain sebagai wiraswasta. Langkah bijak ini pun digeluti di tengah waktu luang dan sebagai persiapan nantinya bila mereka tak lagi berkarir sebagai atlet bulutangkis.

Sebagian penghasilan mereka ditanam dalam berbagai bentuk investasi dirasa menarik dan sesuai dengan passion yang mereka miliki. Beberapa atlet Pelatnas Cipayung yang telah mencoba masuk ke dunia bisnis, seperti Jonatan Christie, Muhammad Rian Ardianto, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Greysia Polii, Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian.

Memasuki dunia bisnis tentunya bukanlah sebagai coba-coba semata, karena dibutuhkan perhatian yang cukup. Diantaranya waktu yang penuh untuk menjalankan roda bisnis, dan ini biasanya menjadi kendala utama bagi para atlet yang punya jadwal begitu padat, mulai dari latihan, pertandingan hingga menghabiskan waktu bersama keluarga. Padatnya jadwal latihan dan turnamen, tentunya, mau tak mau, biasanya para atlet telah memiliki manajemen khusus untuk mengelola bisnis mereka sehari-harinya.

Bisnis clothing menjadi salah satu bisnis yang memiliki prospek cerah untuk pasar yang dimasuki. Memiliki fans yang tak sedikit akan menjadi jembatan yang memudahkan dalam komunikasi bisnis untuk pemasaran produk yang dihasilkan. Rian dan Jojo memilih bisnis clothing untuk digelutinya.

Memasuki bisnis clothing, Rian baru saja melaunching produk clothingnya dengan brand KRALL, yang merupakan singkatan dari Karya Rian Ardianto Label. Sebuah brand menarik, tentunya mudah diingat dan terasa menggigit. Dan pastinya KRALL punya arti lain bagi Rian, atlet kelahiran Bantul, Yogyakarta,
13 Februari 1996.

Bisnis KRALL sementara ini fokus memproduksi aparel dengan jaket hoodie sebagai produk pertamanya serta satu produk lainnya yaitu, masker yang sangat dibutuhkan di masa pandemi Covid-19.

''Sadar sih kalau profesi utama saya itu atlet dan tujuannya prestasi, tanggungjawabnya besar, ini tetap prioritas utama. Tapi saya juga mau mengisi waktu dengan aktivitas lain kayak berwirausaha, saya pikir selama bermanfaat dan nggak ganggu badminton ya dicoba dulu, sekalian belajar,'' Rian menuturkannya kepada Badmintonindonesia.org.

Rian menyadari roda bisnisnya tak bisa dikelolanya sendiri, ia pun memiliki tim manajemen yang dinilainya bisa membantunya sehari-hari untuk menjalankan roda bisnisnya.

''Saya nggak kerja sendiri ya, pasti ada tim yang bantu. Awalnya milih nama KRALL itu sempet berdebat juga sih ha ha ha. Akhirnya selain karena singkatannya pas, ternyata KRALL punya arti yang bagus, yaitu Raja. Jadi maknanya, di bisnis ini saya bisa latihan jiwa kepemimpinan juga,'' ungkap Rian, yang kini berada di peringkat 6 dunia bersama pasangannya Fajar Alfian.

Tak semata mencari keuntungan, produk masker yang dihasilkan KRALL sementara ini dibagikan secara gratis di tengah wabah Covid-19 sebagai aksi sosial. Selain itu, Rian bersama label barunya menyumbangkan sebagian hasil penjualan KRALL. (*)

Berita Berita Lainnya