Berita > Artikel > Sosok

Melati Ingin Penampilan Lebih Konsisten

Kamis, 30 April 2020 11:18:50
3529 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Gelar di ajang All England Open 2020 bulan Maret lalu menjadi gelar ketiga Melati Daeva Oktavianti di level HSBC World Tour. Dua gelar lainnya diraihnya pada ajang Denmark Open 2019 dan French Open 2019. Walau demikian, pasangan Praveen Jordan di sektor ganda campuran ini menilai penampilannya masih kurang stabil.

Diakui Melati bahwa belum konsistensi di setiap penampilan masih menjadi PR yang harus diperbaikinya dengan pasangan mainnya.

''Yang pasti dari segi konsistennya, maunya sih kami bisa lebih konsisten di setiap penampilan. Lebih baik dari penampilan sebelumnya yang masih naik turun,'' ucap Melati seperti kami lansir di laman resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

Dua turnamen sebelum ajang All England Open 2020, penampilan Praveen/Melati terlihat menurun. Diawali Malaysia Masters 2020, mereka terhenti di babak pertama dari wakil tuan rumah yang tak diunggulkan, Man Wei Chong/ Pearly Tan, dengan skor 18-21 dan 13-21.

Sepekan kemudian di kandang sendiri di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2020, Praveen/Melati ditaklukkan di perempat final oleh pasangan Prancis, Thom Gicquel/ Delphine Delrue, dengan skor 19-21, 21-14 dan 18-21.

Melati mengambil hal positif dari ditundanya penyelenggaraan olimpiade menjadi tahun depan. Saat ini Praveen/Melati merupakan ganda campurann andalan Indonesia yang duduk di peringkat empat dunia.

Sisa waktu tersisa jelang Olimpiade Tokyo 2020 akan dimanfaatkan Praveen/Melati untuk memperbaiki konsistensi serta kekurangan-kekurangan yang ada di permainan mereka.

''Secara pikiran jadi lebih agak longgar, karena sebetulnya sudah disiapkan banget tahun ini untuk ke olimpiade. Tapi dengan adanya kejadian ini (wabah Covid-19), terpaksa olimpiadenya ditunda dan kami manfaatkan waktu yang ada untuk perbaiki apa yang kurang,'' ungkap Melati.

''Persiapan ke olimpiade itu rasanya memang beda, agak susah untuk dijelaskan. Pasti ada rasa tegang, karena harus benar-benar fokus di latihan, pertandingan dan semuanya. Tapi di satu sisi harus merasa enjoy juga,'' ungkap peraih medali emas ganda campuran di SEA Games 2019 ini.

Hingga saat ini federasi bulutangkis dunia (Badminton World Federation) masih belum mengumumkan secara resmi kapan turnamen akan dimulai kembali. Turnamen terakhir yang diikuti para pebulutangkis elit sebelum pandemi Covid-19 adalah All England 2020 pada Maret lalu. (*)

Berita Sosok Lainnya