Berita > Berita

Seremoni Virtual Di Masa Pandemi, Praveen/Melati Terima Bonus Rp 450 Juta

Jumat, 12 Juni 2020 08:08:19
2528 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Current
Komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation memajukan olahraga bulutangkis tak pernah putus. Di tengah masa pandemi Corona (Covid-19) Bakti Olahraga Djarum Foundation tetap memberikan penghargaan kepada atlet-atlet PB Djarum yang berprestasi mengharumkan nama Indonesia di kancah bulutangkis dunia.

Terakhir pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti, sukses naik ke podium juara pada ajang bergengsi All England Open 2020 pada pertengahan Maret lalu.

Seperti tradisi sebelumnya, saat tiba di airport kembali dari Birmingham, ada penyambutan sang juara. Atau sepekan kemudian, biasanya Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar acara pemberian penghargaan kepada sang juara kepada atlet-atlet PB Djarum yang memberikan penghargaan. Namun, kali ini tradisi tersebut harus ditunda mencari waktu yang tepat. Sang juara dan rombongan yang pulang dari Birmingham pun harus mengikuti protokol kesehatan, menjalani karantina di Pelatnas Cipayung.

Bakti Olahraga Djarum Foundation tetap tak melupakan pemberian apresiasi kepada para atlet PB Djarum yang berprestasi. Dengan tetap menjaga protokol kesehatan, selama masa pandemi Covid-19 yang menerapkan physicial distancing bagi setiap individu, Bakti Olahraga Djarum Foundation melaksanakan pemberian penghargaan secara virtual, yang sebelumnya biasa dilakukan tatap muka.

Seremoni virtual ini diselenggarakan dari beberapa tempat dan dihadiri oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin (dari Kudus, Jawa Tengah), Praveen Jordan/Melati Daeva dan Pelatih Ganda Campuran, Nova Widianto (dari Pelatnas, Cipayung, Jakarta), serta Pelatih Ganda Campuran, Richard Mainaiky (dari Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara). Acara ini dipandu oleh Yuni Kartika dari Jakarta, pada Kamis (11/6). Puluhan jurnalis dari berbagai media massa di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Pada kejuaraan All England Open 2020, Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktaviani berhasil menjadi kampiun usai mengungguli perlawanan sengit dari wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/ Sapsiree Taerattanachai lewat drama rubber game di partai puncak dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8 di Birmingham Arena, Inggris, Minggu (15/3).

Atas prestasi tersebut, Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan penghargaan berupa bonus berupa deposito BCA kepada Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktaviani masing-masing Rp 200 juta. Selain itu, bonus juga diberikan berupa voucher belanja dari Blibli.com senilai Rp 25 juta bagi keduanya. Dengan demikian, total bonus yang diterima Praveen/Melati mencapai Rp 450 juta.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan pemberian bonus ini adalah bentuk motivasi dari Djarum Foundation kepada kedua atlet PB Djarum yang baru saja diduetkan pada 2018 lalu.

“Bonus ini merupakan apresiasi kepada Praveen/Melati atas dedikasi dan kerja keras mereka sehingga meraih kesuksesan di All England 2020. Saya optimistis, Praveen/Melati dapat menjadi penerus Tontowi/Liliyana di masa mendatang dan membawa pulang lebih banyak lagi gelar juara bagi Indonesia,” tutur Yoppy.

Bagi Praveen, kemenangan di All England 2020 terasa sangat istimewa. Titel juara di turnamen bergengsi tersebut membuat Praveen sebagai pemain putra Indonesia pertama yang mampu dua kali menjuarai nomor ganda campuran All England dengan dua pasangan berbeda. Sebelumnya, pada All England tahun 2016, Praveen meraih gelar juara bersama Debby Susanto.

“Tentunya bangga sekali bisa meraih gelar di ajang sebesar All England. Hal ini tak lepas dari peran klub, pelatih dan juga PBSI yang telah mengasah kemampuan kami sehingga bisa meraih prestasi sebesar ini. Dengan bonus ini, bagi saya yang terpenting adalah harus terus bekerja keras yang nantinya bisa mendulang prestasi lebih tinggi lagi dan mengharumkan nama bangsa di mata dunia,”' ujar Praveen.

Hal senada juga disampaikan oleh Melati. Dara kelahiran Banten, 26 Oktober 1994 ini juga berterima kasih kepada Djarum Foundation, PB Djarum dan juga pelatih yakni Nova Widianto dan Richard Mainaky yang telah memberikan dukungan besar sehingga ia dan Praveen bisa menorehkan prestasi level dunia.

“Terima kasih atas kepercayaan maupun perhatian yang telah diberikan. Bonus ini merupakan motivasi agar saya bersama Praveen terus konsisten meraih prestasi,” sambut Melati.

Kemenangan Praveen/Melati di ajang All England 2020 membawa mereka menghuni peringkat 4 dunia dengan raihan 80.247 poin. Mereka naik satu peringkat menggeser ganda campuran asal Jepang, yaitu Yuta Watanabe/ Arisa Higashino. Perlahan tapi pasti, Praveen/Melati mulai meramaikan persaingan di papan atas peringkat dunia.

Kilas balik ke beberapa turnamen sebelumnya, Praveen/Melati telah mengalahkan seluruh pasangan ganda campuran yang berada di tiga besar peringkat dunia. Sebelum sukses menekuk pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/ Sapsiree Taerattanachai yang menghuni peringkat tiga dunia di All England Open 2020, Praveen/Melati melakukan double kill kepada pasangan ganda campuran nomor satu dunia Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan pasangan ganda campuran nomor dua dunia Wang Yi Liu/Huang Dong Ping di ajang Denmark Open 2019. Selain menjadi giant killer, Praveen/Melati juga berhasil menjuarai turnamen bergengsi lainnya yakni French Open 2019.

“Prestasi Praveen dan Melati memberikan kita harapan bahwa Indonesia bisa kembali berbicara banyak di sektor ganda campuran pada masa mendatang. Sepeninggal Owi/Butet, sudah dua tahun Indonesia tidak berada di peringkat satu dunia pada sektor ini. Semoga dalam waktu yang tidak begitu lama, Praveen/Melati bisa merebut kembali tempat tersebut,” tutup Yoppy. (*)

Berita Berita Lainnya