Berita > Berita > Klub

DPR Apresiasi Pembinaan Atlet Usia Dini PB Djarum

Senin, 07 September 2020 13:41:41
891 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Panitia Kerja RUU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Komisi X DPR RI kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Senin (31/8) pekan lalu. Dalam RDPU ini, anggota dewan mengundang pelaku olahraga di Tanah Air untuk meminta aspirasi masyarakat demi kemajuan olahraga di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mengatakan RDPU kali ini bertujuan untuk mengetahui proses pembinaan dan pembibitan yang dilakukan di berbagai cabang olahraga. Diharapkan, dengan pembinaan yang tepat, akan lahir atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

“Jadi RDPU ini menjadi kesempatan sangat berharga bagi teman-teman di parlemen untuk mengetahui proses perekrutan dan pembinaan yang ada di tiap-tiap cabang olahraga. Untuk itu kami berharap teman-teman yang hadir dapat menguraikan seperti apa prosesnya sehingga bisa menghasilkan prestasi yang kita tahu sangat membanggakan bagi Indonesia,” tutur Dede Yusuf dari Fraksi Demokrat saat membuka rapat.

Turut hadir dalam RDPU ini ialah PB Djarum, Liga Kompas Gramedia U-14, Pakar Kepelatihan Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Asosiasi Guru Pendidikan Jasmani, Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar/Mahasiswa (PPLM) Provinsi Riau, dan Pakar Sport Science Universitas Negeri Semarang (UNESA).

Pada kesempatan ini, Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin menguraikan proses pembinaan yang telah dijalankan oleh PB Djarum. Salah satu fondasi penting dalam mencetak atlet-atlet bulutangkis level dunia yang dilakukan PB Djarum ialah dengan cara menyelenggarakan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang membuka kesempatan bagi seluruh atlet belia untuk meniti karier bulutangkis Bersama PB Djarum.

“Audisi Umum merupakan formula PB Djarum untuk mencari atlet berbakat di seluruh penjuru Indonesia. Dari data yang kami miliki, bisa dilihat bahwa peserta Audisi Umum berasal dari berbagai kota, bahkan kota-kota terpencil di Indonesia. Proses seleksi ini juga membantu orangtua yang memiliki kesulitan finansial untuk bisa mewujudkan mimpi anaknya sebagai atlet bulutangkis, karena proses Audisi Umum kami sebar di berbagai kota,” Yoppy menjelaskan.

Melalui proses seleksi yang dijalankan PB Djarum tersebut, klub bulutangkis yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah ini telah banyak melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat dunia dan mengharumkan nama bangsa. Saat ini, Total, terdapat 216 atlet di mana 39 atlet diantaranya sudah bergabung dengan Pelatnas PBSI yang siap meneruskan kejayaan bulutangkis Indonesia.

Proses pembinaan yang dilakukan PB Djarum ini mendapat apresiasi dari anggota parlemen. Andreas Hugo Pareira, Anggota DPR Komisi X dari Fraksi PDIP menuturkan, bahwa pola pembibitan dan pembinaan yang dilakukan PB Djarum hendaknya menjadi acuan bagi cabang olahraga lainnya.

“Kita sama-sama menyadari bahwa meraih prestasi di dunia olahraga itu tidak bisa instan. Apa yang dilakukan PB Djarum dalam melahirkan atlet bulutangkis kelas dunia merupakan langkah konkrit yang perlu kita jadikan role model. Artinya bagaimana kita membuat sebuah pembinaan yang bersifat terstruktur dan sistematis ini perlu dijaga,” ujar Andreas.

Hal senada juga diutarakan oleh Anggota DPR Komisi X dari Fraksi Golongan Karya, Ferdiansyah, SE, M.M. Anggota parlemen dari Dapil Jawa Barat XI menyampaikan, ekosistem bulutangkis yang telah dibangun harus didukung oleh pemerintah dengan cara memberikan deduksi pajak.

“Melihat ekosistem olahraga harus komprehensif, sudut pandangnya harus secara luas, jangan sepotong-sepotong. Yang seharusnya dilakukan adalah memberikan deduksi (pengurangan) pajak bagi lembaga yang memberikan kontribusi di dunia olahraga, sehingga bisa mendorong lembaga lain untuk memberikan kontribusinya juga,” tutur Ferdiansyah.

Yoppy Rosimin berterimakasih atas apresiasi yang diberikan anggota DPR terhadap kiprah yang sudah dijalankan PB Djarum selama ini. Ia berharap, UU SKN yang baru dapat mengakomodir kepentingan para pelaku olahraga sehingga dapat mengoptimalkan bakat putra – putri bangsa dan meraih prestasi demi Indonesia.

“Karena saya percaya bahwa Indonesia sangat kaya dengan atlet-atlet berbakat. Yang diperlukan adalah konsistensi dan komitmen dari berbagai pihak, karena mencetak atlet itu tidak seperti pabrik yang mencetak produk, jadi perlu proses Panjang dan berliku,” tutup Yoppy. (wto)

Berita Klub Lainnya